Ilustrasi sakit maag. (Pinterest/Freepik)
Beauty, apa kamu sering mengeluh rasa sakit yang tak tertahankan di ulu hati? Rasa sakit di ulu hati tak melulu karena sakit maag, lho!
Rasa nyeri tersebut juga bisa mengarah pada tanda-tanda penyakit jantung. Biasanya nyeri tersebut merupakan salah satu gejala dari penyakit jantung koroner atau angina pectoris.
Angina pectoris adalah jenis nyeri di dada yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke jantung. Menurut Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Utojo Lubiantori Sp.J, banyak yang mengira jika sakit ulu hati selalu mengarah pada penyakit maag.
"Banyak pasien bilang dok saya sakit maag, sakit maag, belum tentu. Mungkin itu gejala jantung koroner yang disebut angina pectoris," ungkap dr Utojo beberapa waktu lalu.
Beauty, biasanya gejala angina beragam dan banyak variasi. Bisa saja muncul rasa nggak enak, berat, tertekan, penuh, sesak nafas, sakit dan nyeri. Sedangkan untuk lokasi munculnya angina tak melulu di dada, tapi bisa di ulu hati, leher dan rahang.
"Sampai ada orang sakit gigi, tengah malam kok aduh gigi saya sakit, orang Indonesia kan jarang check up, banyak bolong, padahal dia sakit jantung," papar dr Utojo.
Angina pectoris juga bisa sampai bahu, lengan dan punggung. Kambuhnya angina biasanya saat kita melakukan aktifitas atau sedang mengalami stres.
"Lagi marah-marah atau apa, kurang tidur dan sebagainya," ungkap dr Utojo.
Selain itu, awal keluhan dari angina pectoris adalah cepat lelah. Sehingga banyak yang tak menyadari jika rasa nyeri ditambah cepat lelah merupakan tanda dari angina pectoris.
"Orang kan gak ngeh. Dipikir capek sibuk atau kurang tidur. Itu gejala jantung," tambah dr Utojo.
Menurut dr Utojo, memang sulit membedakan mana yang disebabkan karena gangguan maag atau sakit jantung. Namun, setidaknya pasien bisa mengenali dengan cara ini.
Misalnya, ia mengonsumsi makanan pedas, berminyak dan bersoda, lalu muncul sakit di ulu hati. Maka, sakit nyeri ulu hati itu bisa saja diindikasikan sebagai penyakit maag.
Sedangkan jika rasa nyeri tersebut muncul setelah beraktivitas atau tengah alami stres, maka bisa dicurigai sebagai gejala angina pektoris.
"Sifatnya timbul saat aktivitas atau stres. Secara konsisten dan terus-terusan," tutup dr. Utojo.
Nah, untuk memastikannya, Beauty harus melakukan sejumlah pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.