Setelah menikah, hal yang paling dinantikan adalah memiliki keturunan. Nggak jarang pasangan suami istri (pasutri) ditodong pertanyaan “udah isi belum?” “kapan nih mau punya anak?”

Punya momongan bukanlah hal yang bisa didapatkan begitu saja. Bagi sebagian orang, mungkin mereka perlu usaha lebih untuk mendapatkan keturunan. Lalu apa sih faktor yang memengaruhi pasangan sulit untuk mendapat momongan?

Dokter Aida Riyanti, Sp.OG-KFER, MRep.Sc, menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi peluang pasutri untuk mendapatkan keturunan adalah infertilitas atau gangguan kesuburan. Hal ini ia ungkapkan dalam konferensi pers bertajuk “RS Pondok Indah IVF Centre, Harapan Baru untuk Miliki Buah Hati” yang dilaksanakan Kamis, (04/02/2021). 

“Gangguan kesuburan adalah kegagalan pasangan yang melakukan hubungan seks benar dan rutin, biasanya 2-3 kali seminggu dan belum berhasil memliki keturunan selama satu tahun,” jelasnya saat memberikan pengertian dari gangguan kesuburan.

Di Indonesia, setidaknya ada 10-15 persen pasangan yang mengalami gangguan kesuburan. Infertilitas ini bisa dibedakan menjadi infertilitas primer dan sekunder. 

Baca Juga: Menilik Prosedur, Pelayanan, dan Tingkat Keberhasilan Program Bayi Tabung di RS Pondok Indah IVF Centre