Menu

Mengenal Mati Otak, Penyebab Kematian Artis Korea Park Soo Ryun, Begini Ciri-cirinya...

14 Juni 2023 09:29 WIB
Mengenal Mati Otak, Penyebab Kematian Artis Korea Park Soo Ryun, Begini Ciri-cirinya...

Park Soo Ryun (Sumber:Soompi)

HerStory, Jakarta —

Beauty, bagi kamu pecinta drama Korea (drakor) mungkin gak asing lagi dengan Park Soo Ryun. Artis yang telah membintangi sejumlah film dan drakor itu dinyatakan meninggal dunia di usia 29 tahun. 

Park Soo Ryun ditemukan tak sadarkan diri di tangga rumahnya, Minggu (11/6) lalu. Sayangnya, setelah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, nyawa wanita kelahiran 1994 itu tak tertolong. 

Dokter menyatakan Park Soo Ryun mengalami mati otak. Lantas apa itu mati otak yang menjadi penyebab kematian bintang Korea ini? 

Melansir dari Very Well Health, Rabu (14/6/2023) kematian otak merupakan definisi kematian secara klinis. Manusia yang dinyatakan mati otak, ada kemungkinan jantungnya masih berdetak.

Bahkan, dadanya masih tampak naik turun dalam setiap napas dengan ventilator. Gak cuma itu, kulit orang yang mati otak bisa saja masih hangat dan hanya tampak seperti sedang tidur. 

Namun, sel-sel otak tak beregenerasi secara efektif. Orang yang mengalami kondisi ini membuat otak sulit pulih dari cedera.

Mati otak terjadi akibat beberapa hal, yakni stroke, serangan jantung, atau trauma kepala akibat benturan keras. Sel-sel otak rusak permanen dan gak dapat pulih atau diganti.  Artinya, sebagian besar fungsi organ tubuh mati sehingga peluang selamat sangat kecil.

Setidaknya ada tiga kriteria jika seseorang dinyatakan mati otak, yakni tak tanggap, gak ada refleks dan apnea, yaitu ketidakmampuan bernapas tanpa bantuan ventilator. 

Kondisi ini dinyatakan oleh dokter melalui pemeriksaan fisik, berupa tes tingkan responsivitas korban. Manusia yang mati otak sudak gak mampu lagi untuk refleks, seperti tersentak dan berkedip. 

Sementara itu, pernah ada pengujian kalori dingin dengan menyuntikkan semprit berisi air es ke liang telinga, hasilnya pasien yang mati otak gak akan merespons rangsangan ini.  Jika otak masih berfungsi maka akan ada respons berupa gerakan mata dan muntah.

Sementara itu, tes apnea berupa pengujian kemampuan bernapas tanpa ventilator. Seseorang yang mati otak gak akan menarik napas selama pengujian apnea. Ini artinya, otak gak mampu mengirimkan sinyal, bahkan hanya untuk sekadar bernapas tanpa ventilator. 

Itulah maksud dari mati otan, gimana Beauty sudah paham?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ummu Hani

Artikel Pilihan