Ilustrasi anak-anak yang memiliki masalah gizi (Shutterstock/Gary Yam)
Moms, stunting di Indenesia masih menjadi masalah kesehatan yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Ya, pemerintah terus berupaya untuk mencegah kasus stunting.
Terkait hal ini, Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ali Khomsan mengatakan pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan tambahan bergizi yang cukup.
“Melihat pola konsumsi di Indonesia saat ini, masyarakat harus meningkatkan konsumsi protein hewani, kacang-kacangan, umbi-umbian, buah dan sayur,” kata Profesor Ali, dikutip dari laman Sindikasi Genpi, Kamis (22/6/2023).
Kemudian, ia menyarankan untuk mengonsumsi jus kacang hijau karena bisa meningkatkan berat badan balita, sedangkan tempe meningkatkan berat badan pada balita umur 12-18 bulan.
Data Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2021 menunjukkan, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen, turun 3,3 persen dari 27,7 persen pada tahun 2019. Momentum ini perlu terus dilanjutkan melalui kolaborasi antar sektor untuk mengurangi risiko kejadian stunting di masa yang akan datang.
Stunting dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, atas 70 persen kejadiannya disebabkan oleh pola hidup, seperti konsumsi pangan dan aktivitas fisik.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.