Sebuah studi mengungkapkan bahwa anak paling bontot atau bungsu kemungkinan besar akan jadi anak paling favorit orang tua. Namun, ini sebenarnya menurun pada yang dipersepsikan sebagai pilih kasih.

Dilansir dari berbagai sumber (08/02/2021), para peneliti dari Brigham Young University's School of Family Life menyimpulkan bahwa pilih kasih pada kenyataannya hanya ada dari orang yang melihatnya saja.

Pada dasarnya, jika saudara yang lebih muda merasa mereka menjadi kesayangan orang tua dan orang tuanya sependapat, hubungan anak dan orang tua akan semakin kuat. Jika mereka nggak merasa menjadi anak kesayangan, hal sebaliknya yang terjadi.

Bagi saudara yang lebih tua, apakah mereka dianggap anak kesayangan atau nggak, akan berefek pada hubungan mereka dengan orang tuanya.

Para peneliti percaya, hal ini terjadi karena perbandingan sosial, dengan anak yang lebih muda paling banyak menaruh penekanan pada perbandingan diri mereka dengan kakak-kakaknya.

Jadi, sebenarnya perlu digarisbawahi kalau orang tua harus membagi kasih sayang yang sama pada semua anaknya. Kalau anak merasa jauh dengan orang tua, hubungan anak dan orang tua yang akan jadi taruhannya.