Upaya Indonesia untuk memerangi virus corona adalah dengan melakukan rapid test atau pemeriksaan cepat. Pemerintah sudah menyiapkan satu juta alat rapid test yang masuknya secara bertahap. Rapid test sudah dilakukan sejak 20 Maret 2020 di daerah-daerah yang ditemukan kasus positif virus corona.

Alat rapid test tersebut akan didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia untuk digunakan sebagai alat pemeriksaan cepat di daerah-daerah terindikasi.

Baca Juga: Bukan Lockdown! Tes COVID-19 Massal Jadi Keputusan Jokowi untuk Cegah Penyebaran Virus Corona di Indonesia

Juru Bicara Penanganan Kasus Virus Corona, Achmad Yurianto mencontohkan kegiatan tes yang dilakukan terhadap salah satu keluarga pasien positif yang dirawat di rumah sakit. Simak baik-baik, ya. Begini alurnya! 

Mendatangi rumah pasien positif

Petugas akan mendatangi rumah pasien positif terjangkit virus corona dan akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut. Kemudian, petugas juga akan melakukan pemeriksaan di tempat kerja pasien positif tersebut.

Rapid test lebih cepat mendeteksi

Rapid test ini memang lebih cepat mendeteksi ada atau tidaknya virus corona di tubuh seseorang. Hanya dalam waktu 10-15 menit, hasil pemeriksaannya sudah dapat diketahui. Namun, akurasi rapid test tidak sebaik pemeriksaan menggunakan PCR yang membutuhkan waktu 3-4 hari.

"Hasil negatif pada rapid test tidak memberi jaminan bahwa yang diperiksa tidak sedang sakit. Bisa saja pada pemeriksaan pertama didapatkan hasil negatif pada orang yang sebenarnya sudah terinfeksi virus corona baru, tapi respon imunitasnya belum muncul," kata Achmad Yurianto.

Melalukan tes ulang

Hal tersebut sering terjadi pada kasus infeksi yang masih di bawah 6-7 hari. Jadi, akan dilakukan tes ulang pada orang-orang yang menunjukkan hasil negatif virus corona.

Selalu jaga kesehatan, ya, Beauty!