Ilustrasi kolesterol dalam tubuh. (National Institue on Aging/Edited by herstory)
Lebaran Iduladha identik dengan olahan serba daging, baik sapi maupun kambing. Namun, di balik kenikmatan olahan daging bisa memicu masalah kesehatan, seperti kolesterol.
Kolesterol adalah suatu zat lemak yang dibuat didalam hati dan lemak jenuh dalam makanan. Jika kadar koesterol dalam darah terlalu tinggi, maka bisa meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.
Tak heran, daging merah seperti sapi, kambing dan domba merupakan salah satu sumber lemak jenuh yang memicu kolesterol tinggi.
Terlebih masakan bersantan yang sering dihidangkan juga mengandung banyak lemak jenuh sehingga memperburuk kolesterol tinggi. Dilansir dari kemkes.go.id, inilah ciri-ciri kamu terkena kolesterol:
Namun, Beauty tak perlu khawatir karena ada beberapa cara untuk mengatasi kolesterol tinggi setelah makan daging merah, seperti mengonsumsi buah-buahan. Apa saja?
Masih dari laman Kementerian Kesehatan, kandungan lemak dalam alpukat adalah lemak yang menyehatkan, 63 persen penyusunnya merupakan asam lemak tak jenuh.
Lemak tak jenuh dalam alpukat berfungsi sebagai antioksidan untuk menjaga pembuluh darah dari kerusakan arteri oleh penumpukan kolesterol jahat.
Selain itu, alpukat mengandung banyak serat dan omega-9 yang akan menjaga kadar gula darah dalam tubuh tetap rendah.
Tomat mengandung senyawa likopen pemberi warna merah pada tomat matang. Likopen merupakan antioksidan penting yang berfungsi untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
Selain likopen, di dalam tomat juga terkandung vitamin B dan kalium yang mampu menurunkan kolesterol serta tekanan darah tinggi.
Senyawa flavanoid dalam jeruk nipis berkhasiat untuk menurunkan tingkat produksi kolesterol LDL. Sehingga, jeruk nipis bisa mengatasi kolesterol tinggi dan mengurangi risiko serangan jantung.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.