Illustrasi Mr P sedang Ereksi (Foto/iStock)
Moms, gangguan reproduksi sering menjadi masalah yang dirasakan oleh banyak pria, terutama di usia yang semakin tua. Meski bervariasi, salah satu gangguan reproduksi yang risikonya bertambah tinggi seiringnya bertambah umur adalah impoten atau disfungsi ereksi.
Dijelaskan oleh dr. Dyandra Parikesit, BMedSc., Sp.U, FICS, Eka Hospital BSD, disfungsi ereksi (DE) merupakan kondisi di mana alat kelamin pria mengalami gangguan.
"Jadi ga bisa ereksi atau gak bisa bertahan lama dan akhirnya hubungan intim gak memuaskan," jelas dr. Dyandra, Rabu (5/7/2023).
Derajat DE beragam, mulai dari gangguan minimal terhadap ereksi hingga tidak bisa ereksi sama sekali. Pada kasus ini, kebanyakan pria merasa malu untuk memeriksakan diri.
Hal tersebut bisa menimbulkan banyak masalah, mulai dari kehidupan seksual hingga kesehatan mental. Faktanya disfungsi ereksi adalah penyakit yang dikeluhkan oleh semua pria seiring bertambahnya usia.
Sebaiknya Moms, cobalah untuk waspada dan siap tanggap memeriksakan diri ke dokter jika pasanganmu mulai merasakan gejalanya.
Meski disfungsi ereksi umum terjadi saat pasangan bertambah tua, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko Dads terkena penyakit ini.
Nah, Moms, inilah beberapa faktor penyebab gangguan disfungsi menurut dr. Dyandra yaitu:
Biasanya, disfungsi ereksi yang terjadi selama beberapa waktu tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan beberapa pengobatan dan terapi. Namun, jika disfungsi ereksi berlangsung dalam waktu yang lama dan tidak kunjung pulih, hal tersebut menandakan adanya suatu penyakit.
Seperti tekanan darah tinggi, diabetes, sumbatan pada pembuluh darah, kanker, hingga gangguan mental kronis pada penderitanya.
Disfungsi ereksi juga dapat menyebabkan permasalahan antar pasangan dan tak jarang mengganggu hubungan dan kebutuhan reproduksi, baik untuk pasangan dan diri sendiri.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.