Menu

Mengenal Lebih Dalam Tentang Penyakit Kolesterol dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Penyebab hingga Cara Mengatasinya..

28 Juli 2023 17:35 WIB
Mengenal Lebih Dalam Tentang Penyakit Kolesterol dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Penyebab hingga Cara Mengatasinya..

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Nur Ainun menjelaskan terkait kolesterol. (RSPI)

HerStory, Jakarta —

Moms, penyakit kolesterol kerap dialami banyak orang, terutama yang pola hidupnya gak sehat. Meski terbilang penyakit umum, gangguan kesehatan ini gak boleh dianggap sepele, lho. 

Nah, sebelum mengulas tuntas terkait bahayanya, cuss kenali dulu apa itu penyakit kolesterol. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Nur Ainun menjelaskan, penyakitt kolesterol atau dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lemak di dalam tubuh. 

“Kelainan ini dapat berupa kenaikan kolesterol total, low density lipoprotein (LDL) dan trigliserida, atau penurunan kolesterol high density lipoprotein (HDL),” kata Nur, dalam keterangan tertulis, diterima HerStory, Jumat (28/7/2023). 

Meski demikian Moms, penyakit kolesterol atau dislipidemia ditetapkan berdasarkan pemeriksaan laboratorium.

Lantas apasih penyakit kolesterol?

Nur menjelaskan, penyakit kolesterol atau dislipidemia terbagi menjadi dua jenis, yaitu dislipidemia primer dan sekunder. 

“Dislipidemia primer merupakan dislipidemia yang disebabkan oleh faktor genetik. Sementara dislipidemia sekunder merupakan dislipidemia yang dipengaruhi oleh gaya hidup dan penyakit lainnya,” ungkap Nur. 

Penyebab penyakit kolesterol. 

Lebih lanjut Nur mengatakan, pada dislipidemia primer, kenaikan kadar kolesterol LDL darah disebabkan oleh kelainan genetik di mana terjadinya mutasi pada reseptor LDL. 

“Sementara pada dislipidemia sekunder, kenaikan kadar kolesterol dalam darah dapat terjadi akibat faktor perilaku seperti merokok, mengonsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, serta diet rendah serat dan tinggi lemak trans,” ucap Nur. 

Selain dipengaruhi oleh gaya hidup, kenaikan kadar kolesterol juga dapat dipengaruhi oleh penyakit diabetes melitus, hipotiroid, serta sirosis.

Tahukah Beauty, meningkatnya kadar kolesterol darah juga dipengaruhi kurangnya asupan buah, kacang-kacangan, dan sayur, lho. Selain itu, asupan lemak trans yang berlebih juga dapat menjadi penyebab kolesterol darah meningkat. 

“Sejumlah jenis makanan yang harus dihindari untuk mencegah naiknya kadar kolesterol adalah mentega, margarin, minyak kelapa, keju, krim, susu, kue, soft drink, sosis, jeroan, dan makanan yang digoreng,” papar Nur. 

Lalu bagaimana gejala munculnya penyakit kolesterol? 

Sayangnya, Nur mengungkapkan, tak ada tidak ada gejala pada saat kolesterol darah naik. Gejala baru timbul ketika sudah terjadi komplikasi seperti serangan jantung atau stroke. 

“Beberapa pengidapnya juga dapat mengalami timbulnya benjolan kuning di kelopak mata atau telapak tangan,” jelas Nur. 

Nur menjelaskan, naiknya kolesterol gak boleh dianggap sepele. LDL/trigliserida yang kadarnya tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah tubuh. 

“Ini menimbulkan aterosklerosis (sumbatan atau penyempitan pembuluh darah) sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah seperti serangan jantung, stroke, atau henti jantung mendadak,” tegas Nur. 

Meski demikian, kolesterol tetap bisa disembuhkan dan dihilangkan. Salah satu cara awalnya adalah dengan mengubah gaya hidup. 

“Dengan manajemen yang menyeluruh serta konsisten meliputi perubahan gaya hidup dan terapi pengobatan yang dibutuhkan, kolesterol tinggi dapat dikontrol,” kata Nur. 

Nur memaparkan, langkah awal untuk mengontrol kolesterol adalah dengan diet tinggi buah, sayur, dan biji-bijian utuh (wholegrain) dengan porsi sesuai kebutuhan kalori harian. 

“Lalu sktivitas fisik berupa latihan aerobik 150 menit per minggu ditambah dengan latihan beban atau resistance trainingsetidaknya dua kali per minggu, serta menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol membantu mengontrol kolesterol,” jelas Nur. 

Kendati demikian, Nur menegaskan, jika terdapat keraguan dalam mengatasi kolesterol, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. 

“Penanganan kadar kolesterol tinggi melibatkan dokter multidisiplin. Diagnosis dan terapi pengobatan kolesterol tinggi dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam. Terkait pengaturan pola makan, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik. Untuk berkonsultasi mengenai aktivitas fisik yang sesuai, pasien dapat menemui dokter spesialis kedokteran olahraga,” ucap Nur. 

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ummu Hani

Artikel Pilihan