Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Apa yang dikerjakan oleh orang tua akan berimas kepada sikap anak di kemudian hari. Apalagi jika orang tua sering menunjukkan sifat buruk di hadapan anak balita yang memang sedang senang-senangnya meniru kelakukan orang dewasa, tentu hal tersebut enggak ada benarnya sama sekali.

Menjadi orang tua dengan model yang bossy (tukang mengatur) sangatlah buruk, karena dari situlah anak jadi belajar bahwa menjadi orang tua harus serba mengatur. 

Anak-anak akan menilai orang tua mereka adalah sosok yang paling benar dan mempunyai pendapat yang enggak pernah salah. Jika orang tua melakukan kesalahan, maka anak akan lebih salah. 

Orang tua dengan model seperti ini akan menjadikan anak yang malas dalam berpendapat. Mereka memilih untuk lebih cenderung diam daripada dicap salah oleh orang tua yang enggak mau mendengar pendapat mereka.

"Anaknya akan kasihan. Anaknya tidak akan berkembang dengan maksimal karena ide dan kreatifitas terpendam," ujar Henny Wirawan, selaku psikolog sekaligus Direktur Meliora Learning Academy.

Ide yang terpendam di masa kecilnya akan menjadikan dendam bagi anak. Anak bisa dengan mudah jadi pemarah dan cenderung bersifat kasar karena mereka enggak diajarkan tentang kecerdasan emosi dan cenderung enggak pernah didengar tentang pendapatnya. 

Jangan sampai anak-anak menjadi enggan berkomunikasi dengan orangtuanya karena merasa takut dan dendam. Jika sudah begini, bahaya sekali Moms! 

"Akhirnya mereka (anak-anak) punya prinsip, 'kalau saya sudah dewasa, tunggu tanggal mainnya, saya akan balas itu semua'," kata Henny Wirawan.

Jika anakmu mempunyai gelagat untuk cenderung berprilaku kasar dan menyimpan dendam, jangan salahkan mereka atas sifat tersebut. Di dalam keluarga, bukan hanya anak yang berperan, tetapi ada juga peran orang tua dalam mengarahkan anak untuk mempunyai sikap yang lebih baik.

Baca Juga: Anak Sering Marah-Marah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Ingat, Moms, apapun yang orang tua lakukan, anak pasti mencontoh. Karena sebelum mereka pergi ke sekolah, sebelum mereka tumbuh menjadi orang dewasa di lingkungannya, mereka terlebih dahulu belajar dari dalam rumah.