Baru-baru ini dalam jurnal JAMA Pediatrics disebutkan bahwa anak-anak di bawah 5 tahun atau balita dapat membawa materi genetik Covid-19 10 hingga 100 kali lebih tinggi dalam nasofaring mereka dibandingkan anak yang lebih tua dan orang dewasa.

Selain itu, anak-anak juga ternyata memiliki resiko komplikasi yang lebih besar bila terpapar Covid-19, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kronis bawaan, seperti penyakit imun atau obesitas. Melihat kondisi tersebut, tentunya para orang tua perlu ekstra hati-hati dalam memperhatikan kondisi kesehatan keluarga terutama anak-anak di masa pandemi ini. 

Dalam webinar Bangkit & Menghebat di Era New Normal (Kesehatan, Parenting dan Pendidikan) yang diselenggarakan oleh Popok Baby Happy, Dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A sebagai Dokter Spesialis Anak RS Hermina Jatinegara mengingatkan pentingnya jaga kesehatan si kecil di masa Pandemi.

“Pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus lebih aware dengan urusan kesehatan jiwa raga seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa," ujar Dr. Kanya, Selasa (16/2/2021).

"Untuk itu diperlukan nutrisi adekuat yang mencukupi kebutuhan zat gizi yang diperlukan anak sehari-hari," sambung Dr. Kanya.

Nggak hanya itu, Dr. Kanya juga mengingatkan para orang tua pentingnya imunisasi anak. Pasalnya banyak orang tua yang takut pergi ke rumah sakit membawa anaknya melakukan untuk melakukan imunisasi karena pandemi. 

"Satu lagi yang penting yaitu imunisasi. Jangan sampai karena anak tidak divaksin, begitu pandemi selesai, maka muncul wabah infeksi lain yang seharusnya bisa dicegah oleh imunisasi. Jangan lupa untuk cek rekomendasi vaksinasi anak usia 0-18 tahun yang telah diperbaharui tahun 2020 lalu oleh IDAI,” jelas Dr. Kanya.

Baca Juga: Bisa Tingkatkan Tumbuh Kembangnya, Ini 5 Manfaat Memasak Bersama Anak

"Orang tua tidak perlu khawatir pergi ke fasilitas kesehatan untuk mengimunisasi anaknya, karena faskes pada umumnya telah membedakan lokasi dan waktu untuk pasien sehat dan pasien sakit, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," lanjut Dr. Kanya.