Ilustrasi perkotaan dengan polusi udara (Freepik/Edited by HerStory)
Polusi udara di Indonesia, terutama Jakarta belakangan ini dalam kondisi tak sehat. Tentunya, udara yang dipenuhi paparan polusi udara sangat berbahaya bagi kesehatan.
Tahukah Beauty, satu risiko kesehatan yang ditimbulkan dari polusi udara adalah infertilitas atau gangguan kesuburan, setelah berhubungan intim selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi. Kondisi ini dibuktikan dalam sebuah penelitian di China.
Hasil analisis terhadap 18 ribu pasangan di China menunjukkan, orang yang hidup dengan tingkat polusi cukup tinggi mengalami risiko infertilitas 20% lebih besar. Partikel polusi menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang dapat merusak produksi telur serta sperma.
Studi terbaru lainnya dilakukan pada 600 wanita di klinik infertilitas Amerika Serikat. Ditemukan, peningkatan paparan polusi udara dikaitkan dengan jumlah telur dalam ovarium lebih rendah.
Udara yang kotor meningkatkan risiko aspek reproduksi. Tingkat nitrogen dioksida pada polusi udara sama buruknya dengan merokok, bisa menyebabkan keguguran karena partikel polusi ditemukan di sisi janin plasenta.
Pemimpin Penelitian Infertilitas, Pusat Pengobatan Reproduksi Rumah Sakit di Universitas Peking Tiongkok, Qin Li mengatakan, calon orangtua harus lebih berhati-hati terhadap polusi udara.
“Banyak penelitian telah mencatat bahwa polusi udara dikaitkan dengan banyak kejadian kehamilan yang merugikan. Sekitar 30% pasangan tidak subur memiliki infertilitas yang tidak dapat dijelaskan,” tutur Li, sebagaimana dikutip HerStory dari The Guardian, Selasa (8/8/2023).
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.