Menurut riset Life Family Survey di tahun 2016, anak-anak di 13 provinsi di Indonesia pada usia 2 sampai 5 tahun cenderung mengalami berat badan atau obesitas dan terus meningkat hingga 10% sampai 16%.

Hal ini tentu saja dikarenakan masih banyak orangtua yang enggak menjaga pola makan anak. Berat badan anak juga lepas dari kontrol orang tua sehingga bisa terjadi obesitas dini.

Obesitas pada anak sering enggak disadari karena anak balita terlihat lucu jika badannya gempal dan berisi. Sering kali juga pipi anak yang chubby didambakan oleh orang tua tanpa berpikir jika si kecil sebenarnya sudah kelebihan berat badan.

Kegemukan dengan pertanda pipi chubby adalah salah satu indikasi bahwa anak mempunyai potensi obesitas. Orang tua jangan sekali-sekali lalai memperhatikan pola makan anak dan berat badannya.

Anak yang obesitas akan memunyai resiko baik psikis maupun fisik. Selain berat badan yang enggak normal akan mempegaruhi fisik anak dan membatasi kinerja mereka dalam melakukan berbagai hal, dampak psikis dari obesitas ini juga bisa dirasakan anak dengan jelas.

Jika orang tua menyukai anak dengan pipi chubby, belum tentu teman-temannya menyukai hal tersebut. Dari hal tersebut, anak bisa jadi sasaran bully anak sebayanya atau ketika ia sudah besar nanti. 

Anak juga bisa mendapat stigma dari lingkungannya karena badan yang gemuk. Badan gemuk biasanya diikuti dengan stigma seperti pemalas dan selalu lapar sampai bisa menghabiskan jatah makanan orang lain.

Tentu saja Moms pasti enggak mau memiliki anak yang merasa harga dirinya rendah. Anak juga bisa lebih emosional daripada anak-anak lainnya karena bentuk tubuh.

Masih banyak lagi resiko buruk dampak dari anak yang kelebihan berat badan sejak kecil. Sesungguhnya memang enggak ada bentuk badan yang sempurna, namun badan yang ideal tentulah badan yang sehat secara fisik dan psikis. 

Baca Juga: Bertubuh Big Size, Lizzo Bangga dan Enggak Mau Kurus

Mulai dari hal kecil seperti menjaga pola makan anak sejak balita dan enggak menormalisasi pipi anak yang chubby ternyata bisa mengakibatkan pola pertumbuhan si kecil di kemudian hari untuk terus bisa tumbuh dengan sehat.