Mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) berhasil mengembangkan aplikasi alat bantu pendengaran bagi tuna rungu. Aplikasi yang diberi nama Hear Me tersebut kini sudah bisa diunduh di Play Store dan App Store.

Aplikasi ini memiliki fitur penerjemah dan transkripsi instan sehingga memudahkan tuna rungu untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Selain itu, mterdapat fitur Hearnews yang memudahkan penggunanya untuk memperoleh berita.

Athalia Mutiara Laksmi selaku CEO dan Co-Founder aplikasi Hear Me mengungkapkan bahwa aplikasi ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memenafaatkan animasi 3 Dimensi.

Ia juga menceritakan bagaimana awal mula pembuatan aplikasi ini. Berangkat dari pengalaman ketika memesan taksi online, kemudian mendapati driver tuna runggu yang dibantu anaknya berkomunikasi dengan penumpang. Driver tersebut sering mendapat rating rendah karena pendengarannya kurang maksimal.

"Seringkali driver dirating rendah karena sering miss communication. Padahal di situ si penumpang nggak tahu kalau si driver tuli jadi sering susah komunikasi," ujar Athalia dala acara peluncuran Hear Me (21/02/2021).

Berdasarkan pengalaman tersebut, ia berpikir bagaimana caranya mengatasi masalah itu. Sehingga, terbesitlah untuk menggagas aplikasi ini.

Bergerak di bidang startup digital technology, Athalia berharap teknologi ini dapat membantu untuk menyediakan fasilitas yg ramah disabilitas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masayarakat Indonesia khususnya pebagi penyandang disabilitas.