Perceraian Rachel Vennya dan Niko Al Hakim tentunya berimbas kepada kedua putra dan putri mereka, Xabiru dan Chava. Rachel Vennya sendiri mengaku bahwa dirinya ia termasuk korban dari rumah tangga yang enggak berhasil. Meski begitu, dirinya enggak mau menyebut kalau dirinya berstatus sebagai anak broken home.

Ibu dari Rachel Vennya, Vien Tasman sudah bercerai dengan ayah kandung Rachel sejak dirinya masih berusia 3 tahun. Menurut Rachel, perceraian itu baik adanya karena belum tentu jika ayah dan ibu kandungnya dipaksakan untuk terus membangun rumah tangga tanpa adanya rasa cinta, keluarga itu akan bahagia.

Menurut selebgram berusia 25 tahun tersebut juga, kata broken home enggak pantas disandangnya, karena ia selalu melihat sisi baik dari adanya perpisahan.

"Kalau misalkan gak cerai malah mungkin aku merasa broken home gitu, karena aku enggak dapat kedamaian. Jadi pas mama aku cerai, aku selalu mikir kalau ini adalah jalan terbaik yang Allah kasih buat aku," ungkap Rachel Vennya.

Menjalani hidup dengan ayah tiri, Rachel merasa hidupnya bahagia-bahagia saja. Begitu juga dengan apa yang dirasakan Vien Tasman.

"Nah, saat mama aku memilih papa aku yang sekarang untuk jadi suaminya, aku senang banget," kata Rachel.

Penuh harap, Rachel Vennya ingin menemukan kedamaian dari perceraiannya dengan Niko Al Hakim. Ia merasa apa yang sudah ia lakukan dengan menuntut cerai Niko Al Hakim sudah benar adanya.

Baca Juga: Beda dari BCL, Rachel Vennya Lebih 'Ikhlas' Pasangan Meninggal Dunia Ketimbang Selingkuh

"Kalau (dampak) positif aku ada di titik ini gara-gara perjalanan aku dan aku selalu melewati masalah aku selalu mikir, ya orang lain punya masalah yang lain dan bisa hadapi dan ini masalah aku yang bisa aku doang hadapi. Jadi aku jalani saja," ungkap Rachel Vennya.