Anak menangis itu wajar adanya, Moms. Tangisan anak adalah bentuk dari penyampaian emosi yang ada di dirinya. Namun sering kali orang tua salah menganggapi emosi anak dengan mengatakan sesuatu yang membuat anak merasa enggak nyaman.

Jika anak sedang emosi, alangkah baiknya orang tua mengerti apa yang membuat anak-anak sampai bisa menangis, merajuk, atau marah. Sebagai orang tua, baik adanya mendengarkan isi hati anak dan jangan pernah melarang anak untuk menangis.

Sering kali kita dengar kalimat seperti, anak laki-laki enggak boleh menangis. Padahal menangis adalah hal wajar juga umum dilakukan semua orang ketika merasa sedih.

Alangkah lebih baiknya jika orang tua mengajak diskusi anak dengan menanyakan perasaan si kecil tanpa memojokannya. Berdiskusi dengan anak bisa membangun kemistri dan anak juga bisa belajar memahami dirinya sendiri.

Hal lain yang sering kali dilakukan orang tua ketika anak emosi adalah ikut emosi. Orang tua bisa lebih marah ketika mengetahui anaknya sedang kesal. Lebih parah lagi ketika orang tua sudah memberikan hukuman fisik kepada anak seperti pukulan.

"Hal tersebut bukannya meredakan emosi anak atau mengajarkan anak mengontrol emosi mereka, justru membuat anak menjadi trauma dan jadi takut," kata Erika Kamaria Yamin, M.Psi dikutip dari kanal YouTube Tanam Benih Foundation.

Baca Juga: Moms, Kecerdasan Emosional Ini Perlu Diajarkan Pada Si Kecil Semenjak Dini

Perlu diingat, Moms, ketika anak sedang mengeluarkan emosinya, anak-anak sedang melakukan proses pembelajaran untuk melatih kecerdasan emosi. Orang tua bisa mengajarkan anak dengan mendampingi mereka bagaimana cara mengekspresikan emosi dengan benar tanpa menghakimi.