Ilustrasi ibu hamil. (HerStory/Wafi)
Kehamilan merupakan hal yang pasti ditunggu oleh Moms dan PakSu yang sedang menantikan buah hati. Meskipun demikian, menurut keterangan resmi dari dr. Gahrani Chen, Sp.OG yang merupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSIA Grand Family menjelaskan, sebaiknya wanita yang telah memasuki masa pra-menopause disarankan tidak menjalani kehamilan, karena risiko yang akan dihadapi akan semakin tinggi.
Gejala masa pra-menopause yang akan dialami seorang wanita adalah seperti hot flush (sensasi panas secara tiba-tiba pada bagian tubuh atas, biasanya terjadi di wajah, leher atau dada), insomnia atau menstruasi tidak teratur. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan terjadinya kehamilan, jadi masih ada harapan bagi wanita tersebut untuk hamil.
Selama sel telur masih ada, serta sistem hormonal yang stabil tetap ada kemungkinan terjadinya kehamilan, walaupun tingkat kesuburan sudah berkurang, inseminasi pun masih bisa dilakukan. Jangan lupa selalu konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan Anda jika ada keluhan seperti keputihan ataupun infeksi.
Walaupun wanita berusia 40 tahun keatas tidak disarankan untuk hamil, namun bagi mereka yang terlambat menikah atau masih ingin memiliki momongan, tentunya tidak ada larangan. Yang paling penting adalah sang ibu harus siap untuk menghadapi berbagai keluhan dan risiko yang mungkin timbul, serta menikmati proses kehamilan yang diinginkan tersebut dengan mengatur asupan gizi yang seimbang, cukup istirahat serta berolahraga untuk menjaga stamina selama hamil. Selain itu disarankan bagi wanita berusia 40 tahun ke atas untuk melakukan Medical Check Up sebelum hamil.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.