Beauty, seperti diketahui bahwa pandemi COVID-19 telah berlangsung di dunia selama 1 tahun. Bukan waktu yang singkat, pandemi pun mempengaruhi banyak sektor.

Salah satu sektor yang paling terpukul adalah perkantoran serta lapangan kerja. Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Ketenagakerjaan pada April 2020, pandemi COVID-19 membuat sekitar 2 juta pengangguran.

Meski begitu, enggak sedikit karyawan yang masih bertahan kerja dari rumah di masa pandemi. Tentu keadaan ini membuat para pekerja kini menjadi lebih was-was. Pasalnya mereka masih belum tahu kapan pandemi akan usai dan bisa sewaktu-waktu diberhentikan oleh perusahaan.

Melihat hal itu, JAKPAT pun mencoba untuk mengetahui bagaimana pandemi mempengaruhi perubahan kualitas hidup responden serta hambatan mereka selama pandemi. Berikut rangkumannya:

1. Pandemi membuat pekerja lebih memperhatikan masalah finansial

Di masa pandemic COVID-19, banyak orang kehilangan pekerjaan. Dengan begitu, orang-orang beruntung yang masih memiliki sumber penghasilan pun menjadi lebih melek terkait pentingnya menabung. Dari hasil survey JAKPAT, sebanyak 54,8% orang mulai mengamati masalah finansial.

2. Pandemi membuat pekerja tak hanya mengandalkan satu sumber penghasilan

Setelah menyadari pentingnya situasi finansial, banyak orang yang mulai mencari sumber penghasilan lain. Dengan begitu, ketika diberhentikan dari perusahaan, mereka masih dapat menghasilkan uang dari tempat lain, misalnya memulai usaha. Dari survey JAKPAT sebanyak 41,6% mulai mencari sumber penghasilan lain.

3. Pandemi memperberat beban pekerjaan

Saat pandemi COVID-19, banyak perusahaan yang melakukan pengurangan pegawai. Dengan begitu, beban pekerjaan pun semakin bertambah bagi para karyawan yang dipertahankan karena kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM). Berdasarkan hasil survey JAKPAT, sebanyak 31,1% pekerja merasakan hal ini.

Baca Juga: Pemerintah Wajibkan Sekolah Tatap Muka di Bulan Juli 2021, Apa Saja Aturannya?