Berbicara dengan anak tentu harus dengan bahasa yang baik dan benar, selain itu, pada saat berbicara dengan anak, intonasi dan ekspresi juga harus diperhatikan agar anak paham betul apa pesan yang disampaikan orang tuanya kepada mereka. 

Anak-anak bukan hanya pendengar, anak-anak memiliki cara berkomunikasi dengan memperhatikan ekspresi dari lawan bicaranya. Begitu juga saat mereka bercerita, orang tua seharusnya memperhatikan dengan memberikan ekspresi sebagai bentuk bahwa Moms sedang mendengarkan.

Ketika mereka bercerita, anak akan menilai mimik wajah orang tuanya sebagai respons, apakah orang tua marah, suka, atau enggak suka terhadap cerita yang sedang dipaparkan mereka.

Mengapa perlu memperlihatkan ekspresi kepada anak ketika mereka bercerita? Karena hal tersebut akan berpengaruh kepada kelanjutan cerita si kecil.

Ketika anak merasa orang tuanya datar-datar saja saat mendengarkan mereka bercerita, mereka merasa orang tuanya enggak memiliki ketertarikan kepada cerita anak dan mereka akan menarik diri lalu enggak mau lagi bercerita.

Tentu saja anak yang tadinya periang bisa menjadi murung hanya karena orang tua mereka enggak mau mendengarkan suatu hal yang sedang mereka banggakan.

Saat bicara dengan anak, perhatikan juga intonasi suara. Anak bisa menilai dan mengerti ketika ada nada yang mulai naik, dapat dipastikan ia akan dimarahi. Jika terlalu sering orang tua salah menggunakan intonasi, anak-anak bisa menjauh dan enggak lagi mau terbuka. 

Baca Juga: Terlalu Sering Meminta Maaf ke Anak Ternyata Enggak Perlu, Begini Moms Penjelasannya

Perasaan cemas dan takut akan suara tinggi bahkan teriakan sudah menghantui mereka sebelum mereka mempunyai niat untuk bercerita.