Omelan orang tua sudah jadi santapan anak sehari-hari. Ada saja hal yang dikerjakan anak dan enggak pernah luput dari kritikan orang tua. Apalagi jika Moms termasuk orang tua yang detail dan perfeksionis, inginnya anak selalu mengikuti apa yang Moms mau. 

Mengomel adalah tindakan manusiawi dan sering dilakukan oleh orang tua ketika mendisiplinkan anak mereka. Namun, enggak semua omelan orang tua dapat diterima anak, hasilnya omelan tersebut hanya akan jadi hal yang sia-sia.

Ngomel atau ngomong melulu, biasanya enggak disukai anak-anak, apalagi anak di usia remaja. Semakin banyak omelan, semakin anak terbiasa dengan menutup telinga mereka atau yang biasa orang bilang dengan kiasan masuk kanan keluar kiri. 

Cara jitu untuk memberikan pelajaran kepada anak remaja sudah enggak mempan lagi dengan metode omelan. Sebagai ganti, Moms bisa mengajak mereka mengobrol dan diskusikan permasalahan dengan anak. 

Berikan kesempatan anak untuk berbicara dan bertukar pikiran dengan orang tua mereka. Luangkan waktu untuk mengobrol agar enggak terburu-buru. Anak yang sudah beranjak dewasa pun tetap perlu dimengerti, ada baiknya jika orang tua ikut masuk ke dunia mereka dan memahami apa yang mereka gelisahkan. 

Karena mengobrol enggak hanya sebagai media orang tua mengajarkan anak tentang peraturan di dalam rumah dan keresahan atas orang tua kepada anak mereka, namun bisa juga menjadi jembatan agar hubungan orang tua dan anak bisa terkoneksi. Anak juga bisa mengutarakan perasaan mereka, terjadi komunikasi dua arah, bukan lagi didikte seperti anak balita.

Baca Juga: Ini 6 Tipe Orang Tua dalam Mendidik Anak yang Harus Moms Hindari

Mengobrol dengan anak enggak ada salahnya, lho, Moms, daripada mengomel dan enggak ada yang mendengarkan, malah jadi capek sendiri.