Menu

Beri Penghargaan untuk Perusahaan yang Miliki Kinerja hingga Inovasi Terbaik, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Living Legend Awards 2024

01 Februari 2024 21:42 WIB
Beri Penghargaan untuk Perusahaan yang Miliki Kinerja hingga Inovasi Terbaik, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Living Legend Awards 2024

Warta Ekonomi gelar Indonesia Living Legend Awards 2024 (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Acara penghargaan kembali digelar oleh Warta Ekonomi. Kali ini, penghargana tersebut diberikan kepada perusahan-perusahaan yang memiliki kinerja, reputasi, dan inovasi paling baik sehingga bisa bantuk perekonomian di Indonesia.

Penghargaan eksklusif Indonesia Living Legend Awards 2024 yang ke-5 yang digelar oleh Warta Ekonomi pada, Rabu (31/1/2024) malam ini mengusung tema “Memaksimalkan Potensi untuk Bertahan di Lingkungan Bisnis yang Dinamis”

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang triwulan III-2023, ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh 4,94 persen secara tahunan. Capaian tersebut menandakan berakhirnya tren pertumbuhan ekonomi RI di atas 5 persen selama tujuh triwulan berturut-turut dari sebelumnya. 

Sementara di 2024, Pemerintah memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,2gan mempertimbangkan kondisi perekonomian global dan domestik. Ekonomi RI diperkirakan tetap tumbuh baik di tengah perekonomian global yang melambat.

Perusahaan-perusahaan bisnis akhirnya menjelma menjadi pilar utama dalam perekonomian global, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaan, dan inovasi. Di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang, beberapa perusahaan telah muncul sebagai pionir yang memimpin dalam keunggulan operasional, inovasi produk, dan dampak sosial.

Keberhasilan suatu perusahaan pastinya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengelola dan mendapatkan pendapatan yang maksimal, namun juga dibutuhkan keberhasilan dalam mengatur stakeholder perusahaan seperti karyawan, konsumen, pihak ketiga, masyarakat, pemerintah hingga keterlibatan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar operasional perusahaan, serta inovasi untuk keluar dari berbagai krisis.

Berangkat dari hal tersebut, perusahaan dengan eksistensi lebih dari 25 tahun dianggap sangat berpengalaman dalam menghadapi tantangan dan kondisi krisis ekonomi. Perusahaan tersebut nyatanya terbukti mampu bertahan dan berhasil keluar dari sejumlah krisis seperti terjadinya inflasi yang tinggi, kenaikan harga BBM, nilai tukar rupiah yang rendah, menurunnya nilai ekspor, tekanan-tekanan ekonomi yang disebabkan olah pasar global, serta adanya pandemi Covid-19 yang sempat mengancam perusahaan.

CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi Muhamad Ihsan mengatakan bahwa keberanian perusahaan dalam mengambil risiko juga turut menjadi perhatian yang perlu diapresiasi terutama saat berada di tengah krisis.

“Di tengah tingginya uncertainty kondisi bisnis di Indonesia, living legend companies berani mengambil keputusan berisiko. Perusahaan pertambangan yang masuk di living legend company award hari ini misalnya, ada yang berani mengeksplorasi minyak (atau bahan tambang lainnya), kemudian cerdik mengatasi hambatan birokrasi, karena kita harus menghadapi multi stakeholder seperti pemerintah pusat, pemda, kementerian, LSM dan lainnya, perusahaan-perusahaan ini rupanya mempunyai keahlian mengatasi berbagai masalah tersebut,” ungkapnya saat memberikan opening speech di acara Indonesia Living Legend Awards 2024, di JS Luwansa Hotel, Rabu (31/1/2024).

Sementara itu, hadir menjadi pembicara kunci, Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2004-2009 dan 2014-2019 Jusuf Kalla menekankan jika perubahan dunia bisnis saat ini harus bisa ditaklukkan dengan mengedepankan sejumlah prinsip yang harus dijalankan secara konsisten.

“Memang dunia berubah, tapi pengusaha biasanya lebih pintar daripada perubahan. Saat ini teknologi sudah merubah kebiasaan dan membuat bisnis berubah. Indonesia itu berubah-rubah bisnis yang menonjol, tahun 60-70an orang kaya itu orang hebat kalau dia punya HPH (Hak Pengusahaan Hutan). Setelah itu (bisnis) bank, semua orang hebat punya bank. Tahun 90-2000 (bisnis) real estate. Banyak perubahan-perubahan tapi akhirnya siapa yang bertahan? Dialah kita semua (para penerima penghargaan) yang duduk di sini, yang punya prinsip-prinsio pokok untuk bertahan, selalu liat kedepan, apa kebutuhan masyarakat, esensinya, dan efisiensi,” kata Jusuf Kalla.

Tak lupa, pria yang akrab disapa JK ini juga berharap para pengusaha terus mengedepankan kebutuhan masyarakat guna bisnis yang bisa berlangsung lama. 

“Bekerja dengan memajukan masyarakat itu prinsip. Jadi saya punya  slogan sampai sekarang untuk maju bersama masyarakat kalau kita ingin berkembang maju. Perusahaan bisa berkembang kalau dia bersama masyarakat, tim managementnya sederhana, baik, low profile, memiliki inovasi, tidak punya masalah, dan memakai teknologi, percaya diri dan taat kepada pemerintah,” lanjut Jusuf Kalla.

Untuk itu, Warta Ekonomi memberikan penghargaan kepada para perusahaan paling bersejarah dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berikut daftar lengkap penerima penghargaan Indonesia Living Legend Awards 2024 yang dibagi atas 4 kategori berdasarkan usia perusahaan:

1. Kategori Diamond (Perusahaan dengan usia sama dengan atau lebih dari 100 tahun)

- PT Pos Indonesia  - Usia 277 Tahun dengan predikat Living Legend Company in Adaptability to    Changes Through Business and Digital Transformation

- PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – Usia 128 Tahun dengan predikat Living Legend Company in Providing Inclusive Banking Products and Services Through MSME and Ultra Micro Credit Distribution

- PT Pegadaian – Usia 122 Tahun dengan predikat Living Legend Company in Realizing Society Welfare Through Innovative and Inclusive Products and Services

- PT PP London Sumatra Tbk – Usia 117 Tahun dengan predikat Living Legend Company in Efficiency Strategy Implementation to Maintaining Corporate Financial Health

- PT HM Sampoerna Tbk – Usia 110 Tahun dengan predikat Living Legend Company in Maintaining Business Sustainability and Resilience

Baca Juga: Urun Rembug Stakeholder Sawit dalam Membangun Lembaga Otoritas Khusus

Baca Juga: Menelisik Kesiapan Industri Asuransi dalam Penerapan PSAK 117

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.