Kakak Felicia Tissue, Deryl, ikut angkat bicara mengenai kasus asmara yang melibatkan adiknya dengan Kaesang Pangarep. Sejauh ini yang diketahui, pihak keluarga Felicia Tissue merasa kecewa atas tindakan Kaesang yang enggak bertanggung jawab.

Menurut keterangan Deryl, Felicia dan Kaesang sudah menjalani hubungan selama kurang lebih lima tahun dan kandas begitu saja tanpa kejelasan dari Kaesang. Tapi tiba-tiba, Kaesang muncul dengan wanita lain yang mana adalah teman dari Felicia Tissue. 

Deryl juga mengungkapkan bahwa Kaesang sudah meminta restu untuk meminang kekasihnya pada akhir tahun 2020 lalu sebelum akhirnya ia menghilang entah ke mana.

"Lelaki yang saya percayakan adik saya ini telah berkali-kali meminta restu orang tua maupun kakek-nenek saya, dan baru-baru ini melamar adik perempuan saya ini pada Desember 2020. Pada Januari 2021 kemudian lelaki ini menghilang setelah memberi tahu adik saya melalui surat tertulis bahwa ayahnya telah setuju," ungkap Deryl.

Selama menjalani hidup tanpa kabar dari Kaesang dan keluarganya, Felicia memilih untuk diam dan berusaha untuk tetap kuat. Yang membuat Felicia kuat juga karena doa yang selalu ia panjatkan kepada Tuhan dan arwah leluhurnya. Hal tersebut disampaikan oleh Deryl.

"Saat itu saya hanya bisa iri betapa adik saya ini sangat kuat. Dia pergi ke gereja sebagai orang Kristen yang taat, ke kuil dari kepercayaan nenek moyang kami," ungkapnya. 

Sebagai pemeluk agama Kristen, Felicia enggak sungkan untuk mendoakan Kaesang yang menganut kepercayaan berbeda dengan dirinya. Menurut keterangan Deryl, adiknya mendatangi Masjid untuk mendoakan kekasihnya yang menghilang.

"...Juga ke masjid karena ia menghormati kepercayaan Islam."

Alasan terbesar Deryl yang mengaku bukan pengguna sosial media secara aktif tapi dengan berani menampakkan wajahnya ke publik lewat sebuah video di YouTube karena ia merasa perlu membela adiknya. Sebagai pria, ia merasa enggak ada wanita yang pantas disakiti oleh pria yang enggak bertanggung jawab.

"Tidak ada wanita di muka bumi ini, apapun kewarganegaraannya, rasnya, maupun agamanya, boleh diperlakukan seperti ini. Semua wanita pantas dihargai, dihormati, dan diperlakukan dengan bermartabat, adikku bukan pengecualian. Saya tidak punya pilihan selain menceritakannya di sini karena saya tidak bisa lagi melihat adik saya tersiksa dalam diam. Saya akan gagal menjadi seorang kakak jika saya tetap diam. Saya tidak bisa hidup begitu," jelas Deryl.

Baca Juga: Hadiri Undangan dengan Kaesang Pangarep, Nadya Arifta Digunjing Netizen