Pandemi COVID-19 makin merajalela ke seluruh penjuru negeri. Sudah genap setahun sejak Pandemi COVID-19 mulai menyebar dari Wuhan, Tiongkok, ke negara-negara lainnya.

Pada Maret tahun lalu, kita baru saja diterpa berita-berita mengejutkan mengenai virus ini. Maret tahun ini, beberapa negara bahkan sudah memberikan vaksin gratis kepada warga-warganya. 

Berlarut-larut, enggak banyak negara yang bisa menghadapi COVID-19 yang menyebar secara massif. Banyak bisnis yang harus tutup karena kurangnya peminat, banyak juga manusia berguguran karena terjangkit virus ini.

Salah satu negara yang mengalami waktu yang sulit ketika menghadapi pandemi ini adalah Paraguay. Warganya pun mengadakan protes massal terkait gagalnya Pemerintah Paraguay dalam melawan COVID-19.

Dilansir dari Aljazeera, Menteri Komunikasi Negara Paraguay, Juan Manuel Brunetti, mengatakan bahwa Presiden meminta semua anggota kabinet untuk menyerahkan posisinya.

Baca Juga: Pemerintah Wajibkan Sekolah Tatap Muka di Bulan Juli 2021, Apa Saja Aturannya?

“Presiden pasti akan berbicara hari ini dengan warga. Dia akan mengumumkan perubahan, tapi kami ingin semua warga tahu dan mengerti bahwa pesan mereka sudah sampai ke presiden," ungkapnya.