Pertengkaran dalam hubungan rumah tangga sepertinya lumrah terjadi. Namun hal yang harusĀ MomsĀ perhatikan adalah jangan sampai si kecil turut melihat pertengkaran kedua orang tuanya.

Banyak orang tua yang tak ingin bertengkar di depan anak mereka. Salah satu alasannya adalah agar anak tidak ikut stres, mendengar kata-kata kasar, atau menirukan pertengkaran mereka. Namun rupanya melihat pertengkaran orang tua bisa memberikan dampak lain bagi anak, yaitu perkembangan otak yang terhambat.

Dilansir dari berbagai sumber, (10/03/2021) penelitian mengungkap bahwa anak yang mendengarkan dan menyaksikan orang tua bertengkar, baik pertengkaran ringan hingga sedang, sampai mereka berusia 11 tahun mengalami masalah perkembangan otak dan lebih berisiko mengalami penyakit mental ketika mereka tumbuh besar.

Beberapa pertengkaran yang sangat memengaruhi mental anak adalah pertengkaran sengit, adanya kekerasan fisik dan emosional, orang tua yang kurang perhatian satu sama lain dan kurangnya komunikasi antar anggota keluarga.

Hasil tersebut ditemukan peneliti dari University of East Anglia pada 58 remaja berusia 17 sampai 19 tahun. Mereka merupakan bagian dari 1.200 remaja yang berpartisipasi dalam penelitian sebelumnya.

Anak-anak yang mengalami dan melihat pertengkaran rumah tangga antara kedua orang tuanya diketahui memiliki cerebelum yang lebih kecil. Cerebelum adalah bagian otak yang berkaitan dengan kemampuan belajar, mengatasi stres, dan mengontrol kemampuan motorik.

Baca Juga: Boleh Nggak Sih Bertengkar di Depan Anak?