Menu

JEC Berikan Tindakan Operasi Kelopak Mata Gratis, Jangan Minder Lagi Yah Beauty

11 Mei 2024 23:50 WIB
JEC Berikan Tindakan Operasi Kelopak Mata Gratis, Jangan Minder Lagi Yah Beauty

Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata dari JEC (Sumber: Herstory)

HerStory, Jakarta —

Beauty, seringkali kelainan kelopak mata tak menyadari risiko yang ditimbulkan pada penyandangnya. Pasalnya, kelainan kelopak mata bisa menyebabkan mata merah, berair, pandangan menjadi buram dan bahkan bisa menyebabkan kebutaan lho! 

Sedangkan penyandangnya cukup banyak, salah satu kelainan kelopak mata, yakni epiblepharon, ternyata dialami 90,7 persen ras Asia (termasuk Indonesia).  Tindakan okuloplastik dan rekonstruksi mata menjadi solusi mengatasi berbagai kelainan kelopak mata. 

Terdorong situasi tersebut, eye care leader di Indonesia, JEC Eye Hospitals and Clinics menggagas “Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata” berupa pemberian 30 tindakan operasi kelopak mata secara gratis. Inisiatif ini menjadi aksi sosial bedah okuloplastik dan rekonstruksi mata pertama di Indonesia yang berfokus pada penanganan kelainan kelopak mata.  

“Beroperasi sejak 1995 sebagai rumah sakit mata pertama dari JEC Eye Hospitals and Clinics, JEC @ Menteng menghadirkan layanan penanganan mata nan komprehensif. Bahkan, JEC @ Menteng merupakan pusat rujukan kasus-kasus yang membutuhkan tindakan okuloplastik dan rekonstrustruksi mata dari seluruh cabang. Tak hanya bertekad menyediakan layanan bertaraf internasional, kami juga terus aktif berkontribusi membantu masyarakat - terutama kalangan membutuhkan, untuk mengoptimalkan penglihatan dan kualitas hidup mereka. Visi besar ini yang menguatkan JEC @ Menteng melahirkan inisiatif baru ‘Bakti Sosial Kelopak Mata’ sekaligus melanjutkan upaya kami berpartisipasi mengatasi situasi gangguan penglihatan di Indonesia,” papar Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng, Dr. Referano Agustiawan, SpM(K). 

Tindakan okuloplastik dan rekonstruksi mata bisa dilaksanakan untuk menangani berbagai kondisi kelainan, seperti: 

1.Malposisi kelopak mata, yaitu:

a.Epiblepharon: lipatan kulit berlebihan pada tepi kelopak mata bawah sehingga bulu mata tumbuh mengarah ke bola mata/kornea 

b.Entropion: pinggir kelopak mata berputar ke arah dalam sehingga bulu mata menggesek kornea 

c.Ektropion: pinggir kelopak mata berputar ke arah luar, berisiko mata kering dan iritasi pada kornea  

2.Ptosis: turunnya kelopak mata atas sehingga menghalangi luas lapang penglihatan; dapat disebabkan oleh kelainan bawaan, bertambahnya usia, trauma, ataupun adanya massa atau tumor 

3.Dermatokalasis: kekenduran kulit kelopak mata atas yang dapat menghalangi fungsi luas lapang penglihatan

4.Baggy lower eyelids/kelopak mata bawah berkantung

5.Single eyelid: tidak memiliki lipatan kelopak mata atas

6.Benjolan pada kelopak atau orbita mata (tumor)

7.Luka pada kelopak mata (akibat trauma)

8.Penyumbatan saluran air mata 

9.Gangguan soket mata 

10.Patah tulang orbita/orbital fracture – yang dapat mengakibatkan penglihatan ganda, bola mata tampak masuk ke dalam (enophthalmos) dan gerak bola mata terhambat 

11.Kelainan mata dan kelopak akibat tiroid, baik pada bola mata maupun kelopak mata

12.Koloboma kelopak: defect pada kelopak mata

13.Blefarospasme: gangguan mata berkedut/gerakan spasme ritmik kelopak mata yang berulang 

“Kelainan kelopak mata tentunya mengganggu aktivitas keseharian. Bahkan, lebih dari itu, apabila tidak segera dilakukan tindakan bedah okuloplastik dan rekonstruksi mata, kelainan kelopak mata bisa malah membawa risiko kebutaan. Sebagian besar masyarakat tidak tahu bahwa kelainan tersebut bisa dikoreksi. Penyandangnya sendiri sangat mungkin juga tidak tahu di mana bisa melakukan koreksi kelainan kelopak mata. Akhirnya, mereka pun pasrah saja meski merasakan ketidaknyamanan. Bukan hanya berpengaruh pada kualitas pandangan, mengabaikan kelainan kelopak mata sama saja membiarkan potensi terjadinya perundungan yang rawan diterima penyandangnya, terutama di kalangan anak-anak dan remaja,” jelas Subspesialis dan Ketua Layanan Orbita, Okuloplastik dan Rekonstruksi, JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Tri Rejeki Herdiana, SpM. 

Sementara, dari sisi penanganan, tindakan terhadap kelainan kelopak mata harus pula dilakukan dengan metode yang tepat, dan ditangani ahli yang tepercaya sesuai kompetensinya. “Dokter spesialis mata dengan subspesialisasi bedah tumor, okuloplastik dan rekonstruksi mata memiliki pemahaman tentang anatomi mata secara detail, termasuk bagian kelopak mata, saluran air mata, dan area orbita. Pemahaman ini sangat krusial mengingat mata merupakan organ yang sangat vital. Dengan landasan keilmuan yang kuat sekaligus keahlian mumpuni, dokter subspesialis okuloplastik dan rekonstruksi mata mampu mengantisipasi dan mengatasi potensi isu saat menangani kasus kelainan bola dan kelopak mata, serta tetap memastikan hasil tindakan tetap optimal secara estetis dan fungsi,” tegas Ketua Bedah Tumor, Okuloplastik dan Rekonstruksi Mata, Indonesian Society of Ophthalmic Plastic and Reconstructive Surgery (INASOPRS), DR. Dr. Yunia Irawati, SpM(K).  

Menanggapi inisiatif  terbaru JEC, DR. Dr. Yunia Irawati, SpM(K) melanjutkan, “Gebrakan JEC melalui ‘Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata’ semoga menumbuhkan kesadaran para praktisi medis, pemangku kepentingan dan masyarakat luas mengenai kelainan kelopak mata sekaligus penanganannya secara cermat. Ini sejalan dengan tujuan INASOPRS untuk terus menumbuhkan antusiasme terhadap sains orbital dan keilmuan terkaitnya.” 

Baca Juga: Sering Salah Kaprah, Apa Sih Perbedaan Kantung Mata dan Mata Panda? Kamu Punya Masalah yang Mana Nih?

Baca Juga: Bikin Penampilan Gak Oke, Apa Sih Penyebab Muncul Mata Panda dan Kantung Mata? Hindari dari Sekarang Yuk!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan