Menu

Jadi Naskah Terakhir yang Ditulis oleh Norbertus Riantiarno, Intip Yuk Sinopsis Pertunjukan 'Matahari Papua' dari Teater Koma

30 Mei 2024 14:50 WIB
Jadi Naskah Terakhir yang Ditulis oleh Norbertus Riantiarno, Intip Yuk Sinopsis Pertunjukan 'Matahari Papua' dari Teater Koma

Press Conference pertunjukan Matahari Papua dari Teater Koma (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, siapa di sini yang suka pertunjukan teater? Jika kamu termasuk yang suka, kalian wajib tahu nih jika Teater Koma akan kembali lagi melakukan pertunjukan.

Kali ini tema yang diangkat adalah Matahari Papua: Saatnya Merdeka dari Naga yang akan diselenggarakan mulai Jumat, 7 Juni - Minggu, 9 Juni 2024  di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. 

Oh iya Beauty, ternyata Matahari Papua ini merupakan karya terakhir dari mending  Nano Riantiarno atau N. Riantiarno.

Renitasari Adrian mewakili Bakti Budaya Djarum Foundation yang selalu mendukung Teater Koma pun mengungkapkan jika pertunjukan ini memiliki makna dalam yang berasal dari karya terakhir N. Riantiarno.

“Selama 47 tahun, Teater Koma telah konsisten menghibur dan memperkaya wawasan para penikmat seni dengan beragam kisah yang sarat pesan moral dan nilai-nilai positif. MATAHARI PAPUA ini memiliki makna yang sangat mendalam, karena merupakan karya terakhir dari Bapak N. Riantiarno, sang pendiri Teater Koma. Selama hidupnya, beliau telah memberikan kontribusi luar biasa bagi dunia teater Indonesia dengan cerita-cerita yang menyentuh hati dan penuh makna. Karya terakhir ini adalah bentuk dedikasi dan cinta beliau yang tulus terhadap seni pertunjukan. Semoga warisan beliau terus menginspirasi dan menyemangati generasi penerus dalam merayakan dan menghargai kekayaan seni budaya kita,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. 

Pertunjukan MATAHARI PAPUA juga menjadi salah satu pertunjukan yang amat berkesan bagi Teater Koma, karena selain menjadi salah satu pertunjukan dari naskah terakhir N. Riantiarno, pertunjukan ini juga diselenggarakan berdekatan dengan hari lahir  N. Riantiarno, pada 6 Juni. Pertunjukan ini juga menjadi pertunjukan pertama Teater Koma kembali di Graha Bhakti Budaya, setelah beberapa tahun terakhir ini harus berpindah tempat karena renovasi dan situasi pandemi. 

“Kembalinya kami tampil di Graha Bhakti Budaya tentunya menjadi sebuah kesan tersendiri karena tempat ini memiliki sejarah dan menjadi saksi bagi beragam pertunjukan dari Teater Koma. Kini kami kembali meski tanpa kehadiran Mas Nano. Tapi sosok sang guru, bapak, saudara, sahabat itu akan selalu menyertai di hati kami. Wejangan dan ajarannya senantiasa hadir di tiap gerak kami. Karena kami tidak akan pernah berhenti bergerak, tidak pernah titik, selalu Koma,” ujar Ratna Riantiarno yang juga berperan sebagai produser.

Rangga Riantiarno, Sutradara pertunjukan MATAHARI PAPUA mengungkapkan, “Naskah pertunjukan MATAHARI PAPUA pertama kali ditulis pada tahun 2014, sebagai naskah pendek untuk pertunjukan bertajuk Cahaya dari Papua di Galeri Indonesia Kaya. Ketika pandemi merebak dan mengharuskan kita semua berkegiatan di rumah, Pak Nano tetap produktif menulis berbagai karya, salah satunya adalah mengembangkan naskah Cahaya dari Papua dan diberi judul baru MATAHARI PAPUA. Naskah ini kemudian dikirim secara anonim dalam Rawayan Award, (Sayembara Penulisan Naskah Dewan Kesenian Jakarta) 2022 dan ternyata terpilih sebagai salah satu pemenang. Naskah panjang terakhir ini menjadi bukti nyata dedikasi dan semangat tak kenal lelah Pak Nano dalam berkarya, bahkan di masa-masa sulit. Karyanya terus menyinari dunia teater Indonesia dan meninggalkan warisan yang akan selalu dikenang.”

Baca Juga: Jadi Karya Naskah Terakhir dari N RIANTIARNO, Teater Koma Hadirkan Pertunjukan Matahari Papua: Saatnya Merdeka dari Naga

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan