Menu

Masyarakat Gak Usah Pergi ke Luar Negeri, Kini Batu Ginjal Bisa Diatasi Tanpa Operasi dengan RIRS di Rumah Sakit Siloam

09 Juni 2024 02:25 WIB
Masyarakat Gak Usah Pergi ke Luar Negeri, Kini Batu Ginjal Bisa Diatasi Tanpa Operasi dengan RIRS di Rumah Sakit Siloam

Pejelasan Metode RIRS dari Rumah Sakit Siloam (Herstory/Ida Umy Rasyidan)

HerStory, Jakarta —

Siloam Hospital ASRI memperkenalkan metode Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) untuk para penderita batu ginjal dengan kondisi yang parah.

Berbeda dengan pembedahan RIRS ini dilakukan tanpa dibedah sehingga tak akan ada sayatan di bagian perut pasiennya. Selain itu, RIRS ini diklaim lebih sedikit efek sampingnya. Tapi tenang saja, akurasinya disebut sangat tinggi dan bisa menghancurkan fragmen kecil sehingga bisa bikin batu ginjal jadi debu.

dr. Grace Frelita Indradjaja, M.M., Medical Managing Director Siloam Hospitals Group mengatakan jika adanya RIRS merupakan salah satu bentuk inovasi dari Siloam Hospitals agar bisa jadi rumah sakit berkualitas internasional.

"Siloam Hospitals Group Indonesia telah didirikan 25 tahun yang lalu dan memiliki misi untuk menjadi destinasi pilihan terpercaya untuk layanan kesehatan holistik berkelas dunia, edukasi kesehatan dan penelitian. Dengan visi untuk menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas internasional, terjangkau, terukur, dan dilandasi kasih sayang Ilahi, Siloam Hospitals Group berkomitmen untuk menyediakan pelayanan kesehatan berkualitas internasional di Indonesia."

Oh iya Beauty, selain dikenal sebagai pusat kanker terlengkap, Siloam Hospitals Group pun memiliki keunggulan di bidang prosedur transplantasi ginjal di Siloam Hospitals ASRI.  Nah, ternyata karena itu juga Siloam Hospitals ASRI jadi rumah sakit swasta pertama yang mendapatkan lisensi dari Kementerian Kesehatan sebagai salah satu pusat transplantasi ginjal di Indonesia.

Perlu diketahui jika hingga saat ini, Siloam Hospitals sudah melakukan lebih dari 360 transplantasi ginjal dengan tingkat kelangsungan hidup 1 tahun (one year survival rate) sebesar 97.4 tingkat keberhasilan graft 1 tahun (one year graft survival rate) sebesar 99.1rdasarkan data di akhir Mei 2024.

Meski begitu, memang Siloam memiliki tantangan dalam menyediakan pelayanan transplantasi ginjal di Indonesia, mulai dari sistem donor yang belum tersedia, kurangnya tenaga ahli di bidang transplantasi, hingga belum adanya regulasi donor jenazah (cadaver donor). Karena hal itu, Siloam Hospitals ASRI terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan transplantasi dengan mengembangkan Patient Registry yang diperuntukan khusus pada pasien transplantasi ginjal, yakni Kidney Transplant Registry yang akan diluncurkan di Siloam ASRI pada kuartal kedua 2024 ini. Selain itu juga menambah fasilitas dengan memperluas gedung, serta melengkapinya dengan alat medis diagnostik dan terapeutik terkini, seperti pemeriksaan HLA typing (Human Leukocyte Antigen), Robotic Transperineal Biopsy dan Laser Thulium.

"Selain transplantasi ginjal, Siloam ASRI dikenal luas akan layanan Endourology untuk penyakit batu ginjal. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) tahun 2020, prevalensi penyakit batu ginjal di

Indonesia tercatat sebanyak 3.8% atau sebesar 739.208 jiwa. Metode perawatan kesehatan dalam bidang urologi dan nefrologi terus berkembang baik secara global maupun nasional. Di Indonesia sendiri, metode perawatan terbaru untuk urologi di bidang batu ginjal yaitu Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS). RIRS sendiri merupakan sebuah tindakan operasi tanpa bekas luka sehingga pasien yang menjalani prosedur ini bisa pulih lebih cepat dan bisa melaksanakan aktivitas kembali secara normal. Tindakan RIRS sendiri sudah banyak dilakukan di Siloam Hospitals ASRI. Dengan didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri dari berbagai spesialis yang berpengalaman dan handal di bidangnya, inovasi teknologi, dan sistem pengelolaan klinis dan

operasional dari jaringan Siloam Hospitals ASRI, masyarakat Indonesia diharapkan tidak perlu lagi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan seputar urologi dan nefrologi yang optimal dan berkualitas," ungkapnya

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU-K, Spesialis Urologi Siloam Hospitals ASRI

menyatakan, "Penderita batu ginjal sering kali tidak merasakan adanya gejala atau keluhan. Oleh sebab itu, tanpa disadari batu ginjal bisa menjadi besar. Beberapa gejala yang sering dirasakan oleh penderita batu

ginjal yaitu nyeri pinggang yang hilang timbul meskipun tidak melakukan gerakan berlebih, kencing berwarna kemerahan atau kencing darah, kencing keruh berpasir atau keluar batu kecil, dan bila terjadi infeksi akan

menyebabkan demam serta nyeri saat berkemih."

Prof. Nur Juga menambahkan, seseorang akan berisiko lebih tinggi terkena batu ginjal jika salah satu anggota keluarga pernah menderita batu ginjal.

"Faktor risiko lainya yaitu dehidrasi atau tubuh kurang cairan,

apalagi bagi orang yang tinggal di iklim hangat dan kering sehingga mereka cenderung berkeringat dan malah banyak mengeluarkan cairan. Mengonsumsi makanan yang tingkat protein, natrium (garam) dan gula berlebihan dapat meningkatkan risiko beberapa jenis batu ginjal. Berikutnya, mereka yang obesitas, memiliki penyakit pencernaan, pernah melakukan prosedur pembedahan sebelumnya, atau kondisi medis lain seperti asidosis tubulus ginjal, sistinuria, hiperparatiroidisme, dan infeksi saluran kemih berulang, sering mengonsumsi suplemen dan obat-obatan tertentu, juga memperbesar risiko terjadinya batu ginjal ini," jelasnya.

Dalam presentasinya, ia menjabarkan, "Pada dasarnya RIRS adalah prosedur penghancur batu ginjal dengan menggunakan laser. Sebelum dilakukan prosedur RIRS, pasien harus menjalani pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu, dilanjutkan pemeriksaan dengan CT scan. Pemeriksaan menggunakan CT scan saat ini sudah mudah dijangkau dan menjadi standar pemeriksaan batu saluran kemih. Selain mengetahui letak dan ukuran batu, informasi tambahan penting adalah kekerasan batu dengan satuan HU (Hounsefield Unit)."

"Dalam memilih prosedur RIRS, dokter akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran dan jenis batu, serta kondisi kesehatan umum pasien. Informasi kekerasan batu merubah algoritma dan anjuran dokter spesialis urologi dalam penanganan batu saluran kemih, dimana penggunaan ESWL semakin terbatas, Karena batu dengan kekerasan lebih dari 1000 Hounsfield Unit (HU), tidak disarankan lagi meskipun ukurannya tidak besar. RIRS dapat dilakukan pada batu ginjal berukuran kurang dari 3 cm, batu dengan kekerasan tinggi (kekerasan batu lebih dari 1000 HU)," terangnya.

Baca Juga: Rayakan Hari Multiple Sclerosis Sedunia, Merck dan Siloam Hospital Kolaborasi Gaungkan Edukasi Soal Autoimun di Indonesia

Baca Juga: Lewat Program SELANGKAH, Grup RS Siloam Sediakan Skrining Payudara Gratis untuk Para Wanita di Indonesia

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan