Menu

Kesuksesan Kamu Terasa Lebih Lambat dari Orang Lain? Ini Cara Tepat untuk Mengatasi ‘Rasa Ketertinggalan’ Menurut Psikolog

25 Juni 2024 03:30 WIB
Kesuksesan Kamu Terasa Lebih Lambat dari Orang Lain? Ini Cara Tepat untuk Mengatasi ‘Rasa Ketertinggalan’ Menurut Psikolog

Irma Gustiana A, seorang Psikolog (Instagram)

HerStory, Jakarta —

Beauty, apakah kamu pernah memiliki pikiran tentang mengapa pencapaianku lebih lambat dari orang lain hingga akhirnya merasa jika sudah tertinggal jauh dari teman-teman yang lainnya?

Apalagi jika sudah melihat sosial media saat semua orang berlomba-lomba untuk mengunggah kebahagiaannya hingga membuat perasaan di lubuk hati paling dalam merasa tertinggal jauh dari orang lain karena merasa hidup begini-begini saja, apakah Beauty pernah merasakan perasaan tersebut?

Memang sih di era digital saat semua orang bisa dengan mudahnya mengunggah foto dan video, pastinya mereka senang membagikan pencapaian masing-masing, bukan untuk pamer, melainkan hanya sebagai bentuk apresiasi diri saja karena telah berhasil.

Namun, bagi yang melihatnya, mungkin pencapaian orang lain itu bisa jadi sumber masalah pikiran karena menganggap dirinya tertinggal.

Tapi kamu gak usah khawatir Beauty, karena menurut Irma Gustiana yang merupakan Child Psychologist, Self Growth & Parenting Coach, perasaan tersebut bisa diredam dengan cara yang tepat, Beauty. Cuss simak berikut ini.

Berhenti Berpikiran Negatif

Menurut wanita yang akrab disapa Mba Ayang itu, hal paling pertama saat kamu merasa tertinggal dengan orang lain, yaitu dengan cara berhenti untuk berpikiran seperti itu.

"Setiap kali kita merasa stuck dan orang lain kayaknya maju lebih pesat, yang pertama harus dilakukan adalah berhenti untuk berpikiran seperti itu, jadi kalo dalam kepalanya itu ada informasi-informasi gw itu lebih lambat daripada yang lain. Yang lain lebih cepat, yang lain berkualitas. Kita harus mute, pikiran tadi tombolnya harus kita tekan , berhenti," tutur Mba Ayang kepada Herstory dalam belum lama ini.

Sebagai gantinya, Beauty bisa berpikiran positif dan meyakinkan diri jika kamu layak dan berharga. Selain itu, kamu harus menanamkan pada diri sendiri jika kamu bukan tertinggal, hanya saja tujuan kamu beda.

"Kamu gak boleh, kamu tuh layak, kamu berharga, tiap orang punya kapasitas yang berbeda, versinya beda, tujuannya beda," tutur dr. Ayang

Bahanya Bisa Jadi Depresi

Beauty, jika kamu sering merasa tertinggal dari orang lain hingga terus jadi beban pikiran, sebaiknya segera hentikan pemikiran negatif tersebut.

Menurut Mba Ayang, hal itu bisa bikin kamu depresi dan pada akhirnya tak produktif.

"Itu yang seseorang, karena jika terus terusan dia memikirkan dirinya lebih lambat, orang lain lebih dulu, dia pasti depresi, kalo udah depresi dia jadi gk berdaya, kalo udah gk berdaya dia gk produktif," tutur sang Psikolog lebih lanjut.

Irma Gustiana pun menyarankankan untuk Beauty berdamai dengan pikiran sendiri dan kontrol pikiran negatif agar tak merasa tertinggal dengan orang lain.

"Setiap ada pikiran tidak enak mengenai orang lain lebih baik, itu harus segera diberhentikan, harus mengajak serta pikiran, karena gak ada lain yang bisa kerjasama pikiran, cuma kita sendiri kan," tutur Irma.

Curhat dengan Teman

Beauty, jika kamu masih sulit mengendalikan pikiran negatif, kamu bisa coba cerita dengan teman dan meminta sarannya.

"Nah jika ada ada kegelisahan sangat boleh sekali untuk bicara. Bilang sama temannya, gw ngerasa orang lain lebih cepat daripada gw. Gw mesti gimana, karena kadang kadang dia buat insight dari orang lain saat dia mentok pikirannya," tutur sang psikolog.

Kesimpulannya, Mba Ayang menyarankan untuk Beauty yang sedang berpikiran negatif tentang ketertinggalan, sebaiknya melakukan 'switching mode'.

"Jika ada pikiran berisik seperti tadi, stop gitu ya langsung kita switching mode, berpikirnya jauh lebih positif  dan merasa dirinya lebih layak," jelasnya lagi.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan