Taman bermain adalah tempat rekreasi murah tapi menyenangkan bagi anak. Namun, sebuah studi di Amerika justru menyatatakan taman bermain bisa berefek negatif bagi tumbuh kembang anak.

Melansir Parents, (15/03/2021) survei yang dilakukan oleh American of Pediatrics yang dilakukan pada Juni 2016 mengatakan terdapat banyak faktor yang menyebabkan taman bermain dapat menjadi penyebab trauma pada anak.

Menurut para peneliti, anak yang dirawat di UGD karena cedera otak yang menyebabkan trauma saat berada di taman bermain meningkat dari tahun 2005 hingga 2013.

Setiap tahunnya rata-rata 21.000 anak di bawah usia 14 tahun cedera otak karena mainan ayunan dan jungkat jungkit. Menurut para peneliti, hal ini terjadi karena orangtua tidak merasa bahwa taman bermain adalah tempat yang bisa membuat anak celaka. Sehingga orang tua cenderung tidak menjaga anak ketika bermain.

Para peneliti mengungkapkan cedera banyak dialami anak usia 5 hingga 9 tahun. Hal ini disebabkan sistem koordinasi anak yang belum sempurna sehingga mereka mudah tidak seimbang dan jatuh.

Selain itu, mereka juga belum memahami apakah yang mereka lakukan berbahaya atau tidak. Rasa penasaran yang tinggi membuat mereka tidak memedulikan keselamatan. Dalam hal ini, orangtua yang harus berperan.