Memiliki kulit yang berjerawat terkadang membuat orang jadi gak percaya diri. Apalagi jika jerawat yang muncul berukuran besar, banyak, dan tumbuh di daerah wajah. Jerawat jadi masalah yang cukup pelik bagi wanita.

Di samping itu, penelitian menemukan bahwa efek memiliki kulit berjerawat bisa mengarah pada hal berbahaya. Dilansir dari berbagai sumber, (16/03/2021) orang yang melakukan pengobatan jerawat memiliki risiko bunuh diri yang besar.

Hal ini diketahui peneliti Swedia di Karolinska Institute setelah mengamati 6.000 orang pada tahun 1980 - 1989. Para partisipan adalah orang yang menggunakan obat jerawat isotretinoin, yaitu obat yang dijual untuk mengobati jerawat serius sejak tahun 1980.

Peneliti berpendapat bahwa meningkatnya risiko bunuh diri pada orang yang menggunakan obat tersebut tak dikarenakan oleh kandungan obat, melainkan pada depresi yang dirasakan oleh partisipan akibat jerawat yang dideritanya.

Peneliti kemudian membandingkan data tersebut dengan data terbaru dari 1980 - 2001. Hasilnya, 128 orang yang menggunakan obat tersebut masuk ke rumah sakit akibat percobaan bunuh diri.

Para ahli menemukan bahwa risiko bunuh diri meningkat sejak satu sampai tiga tahun setelah perawatan jerawat. Biasanya pasien membutuhkan perawatan berkali-kali dan harus kembali ke klinik untuk mendapatkan terapi.

Baca Juga: Kulit Berjerawat Selama Hamil? Ini Cara Alami Mengatasinya

Meski begitu, kemungkinan seseorang bunuh diri karena masalah jerawat cukup langka. Ada satu kemungkinan di antara 2.300 orang yang menggunakan obat jerawat tersebut. Selama pasien dalam keadaan psikologis yang baik dan memiliki orang yang bisa memonitornya, maka risiko bunuh diri bisa dihindari.