Dalam menjalin biduk rumah, tentu ada saja masalah yang menerpa. Salah satunya adalah godaan untuk berselingkuh. Tak bisa dipungkiri bahwa selingkuh menjadi hal umum yang dialami para pasangan hingga akhirnya memutuskan untuk bercerai.

Perceraian selalu menjadi pengalaman sulit dan emosional bagi semua orang yang terlibat. Terlebih ketika sudah memiliki anak. Lantas, haruskah anak-anak mengetahui alasan bercerai karena pasangan berselingkuh?

Kebanyakan orang tua tentunya tak ingin menyakiti buah hatinya. Dengan begitu, banyak orang tua yang memilih untuk menutupi masalah penyebab perceraian. Namun, ternyata anak-anak sebenarnya menyadari apa yang terjadi kepada orang tuanya. Saat mengetahui orang tuanya bercerai, anak-anak berada dalam tanda tanya besar terkait apa yang terjadi. Meskipun anak-anak mungkin tak mengetahui secara rinci, perceraian membuat mereka merasa dikhianati.

Dengan begitu, anak-anak merasa kehilangan kepercayaan. Anak-anak mungkin merasa mereka tak bisa lagi mempercayai orang dewasa dalam hidupnya, terutama jika mengetahui salah satu orang tuanya terlibat perselingkuhan.

Untuk itu, jika khawatir anak akan kehilangan rasa kepercayaannya, orang tua disarankan untuk jujur. Saat memutuskan untuk bercerai, jejujuran akan membuka jalur komunikasi, mengajari anak bahwa mereka dapat berbicara apa saja.an Orang Lain

Anak-anak mengalami beragam emosi selama perceraian. Emosi anak dan kesehatan mentalnya perlu dipertimbangkan. Pasalnya banyak anak korban perceraian yang merasa bahwa berpisahnya kedua orang tua karena kesalahan mereka.

Itu artinya, orang tua sebaiknya menjelaskan alasan  perceraian dengan sejujur-jujurnya. Dengan menjelaskan bahwa salah satu orang tuanya berselingkuh mungkin bisa membebaskan anak-anak dari perasaan bersalah yang dimiliki.

Baca Juga: Ramadan Tinggal Menghitung Hari, Ini Hal-hal yang Harus Moms Perhatikan saat Anak Pertama Kali Puasa

Usia sangat penting dalam mempertimbangkan apakah tepat untuk memberi tahu anak-anak tentang perselingkuhan orang tuanya. Saat memiliki anak berusia lebih kecil mungkin akan sulit memahami konsep perselingkuhan. Namun, seiring bertambahnya usia. anak-anak sudah memahami batasan, aturan, dan benar atau salah, sehingga konsep perselingkuhan bisa dipahami dengan baik.