Diabetes adalah kondisi kronis yang ditandai dengan kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh sedangkan migrain adalah kondisi kronis dan episodik yang ditandai dengan sakit kepala yang parah, terutama di satu area otak yang diikuti dengan mual dan kepekaan terhadap cahaya.

Diabetes dapat menyebabkan banyak komplikasi, termasuk migrain. Kondisi ini lazim terjadi pada sekitar enam persen pria dan delapan belas persen wanita. Namun, keterkaitan antara keduanya masih kontroversial karena faktor genetik dan lingkungan, selain faktor lainnya seperti hipoglikemia dan puasa berperan penting dalam memicu kondisi tersebut. 

Apa ya hubungan antara migrain dan diabetes? Berikut adalah penjelasannya dikutip dari Boldsky, (17/03/2021).

Hubungan Antara Migrain dan Diabetes pada Wanita

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa wanita dengan migrain aktif memiliki risiko diabetes tipe 2 tiga puluh persen lebih rendah dibandingkan dengan wanita tanpa riwayat migrain. Hal ini bisa disebabkan oleh peningkatan kadar asam lemak plasma dan badan keton, yang telah dilaporkan sebelum serangan migrain.

Misalnya ketika berpuasa gula darah menjadi rendah dalam tubuh dan meningkatkan produksi keton. Meningkatnya keton berperan sebagai faktor pemicu timbulnya migrain. Faktor-faktor ini menjelaskan hubungan terbalik antara migrain dan risiko diabetes.

Karena kadar glukosa tinggi pada penderita diabetes, risiko migrain bisa menjadi rendah dibandingkan dengan orang dengan kadar gula darah rendah.

Baca Juga: Beauty, Ini Makanan Sehat yang Sebenarnya Nggak Baik untuk Penderita Diabetes

Faktor lainnya adalah penurunan kepadatan serabut saraf sensorik. Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf sensorik di dalam tubuh. Seperti yang kita ketahui, migrain adalah gangguan sakit kepala neurologis. Oleh karena itu, karena gangguan saraf sensorik terkait migrain, prevalensi migrain aktif dapat berkurang.