Solidaritas peduli kanker payudara. (Pinterest/Freepik)
Beauty, kanker payudara memang bisa menyebabkan penderitanya meninggal dunia. Meski begitu, kualitas hidup penderita kanker payudara semakin meningkat jika bisa deteksi dini. Nah, dr. Budi Harapan Siregar, Sp.B (K)Onk-Konsultan Onkologi Eka Hospital Bekasi membeberkan beberapa prosedur yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara, cusss simak berikut ini:
Sebelum merekomendasikan beberapa tindakan medis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terkait ada tidaknya benjolan payudara. Dokter juga akan melakukan tanya jawab seputar riwayat kesehatan untuk menilai risiko Anda.
Mammogram adalah prosedur diagnosis payudara yang cukup akurat. Biasanya, pemeriksaan ini dilakukan ketika dokter menemukan benjolan dan ingin memeriksa area tersebut lebih lanjut.
USG payudara dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk melihat jaringan payudara. USG payudara digunakan untuk melihat apakah benjolan payudara berisi jaringan padat atau cairan (kista).
MRI payudara adalah pemeriksaan pencitraan menggunakan gelombang magnet dan suara. MRI payudara bisa memberikan gambaran yang lebih detail dari payudara.
Biopsi adalah prosedur pengambilan jaringan payudara untuk dicek di laboratorium. Pemeriksaan jaringan di laboratorium dapat menentukan apakah tumor payudara bersifat jinak ataupun ganas (kanker). Sekaligus menentukan jenis kanker yang dialami.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.