Sempat berada dalam satu pesawat dengan seseorang yang terpapar virus corona, pebulutangkis wanita asal Turki, Neslihan Yigit dinyatakan walkover (WO) dari turnamen All England 2021 menyusul tim Indonesia.

Neslihan Yigit sempat mengutarakan rasa kecewanya dan menilai keputusan yang diambil untuk memaksa mundur dirinya dan pemain Indonesia enggak adil karena masih terdapat beberapa nama atlet yang aktif bertanding padahal mereka juga sempat berinteraksi dengan orang-orang yang terindikasi Covid-19.

"Saya rasa ini tidak adil. Sebab seluruh pemain dan staf turnamen yang sempat kontak dengan penderita COVID-19 selama lima hari terakhir, masih bisa bermain," tulis Yigit dalam Story Instagram.

Nama Neslihan Yigit sudah enggak asing di dunia badminton skala Internasional. Wanita berusia 27 tahun tersebut melaksanakan debut turnamen internasionalnya pada tahun 2006 setelah menjadi timnas Turki sejak tahun 2005.

Ia lahir pada tanggal 26 Februari 1994 di Bursa, Turki. Yigit terjun ke dunia badminton sejak usianya masih 9 tahun. Atlet wanita yang memiliki tinggi 180 cm ini pernah belajar di club badminton Egospor Ankara Turkey.

Merintis kariernya di bidang olahraga sejak kecil, Yigit memiliki impian untuk bisa bermain di Olimpiade. Sayangnya, ia menjadi salah satu atlet yang harus menjalani isolasi mandiri di tengah pertandingan All England yang digelar di Birmingham, Inggris, sedang berlangsung.

Untuk bisa menjadi atlet kelas dunia, Yigit aktif berlatih enam kali dalam seminggu, dalam waktu 3-5 jam perhari. Uniknya, meski selalu berlatih badminton, Yigit enggak memiliki hobi olahraga, ia lebih suka jalan-jalan dan mendengarkan musik.

Baca Juga: Kehadiran Chelsie Monica sebagai Komentator di Pertandingan Irene Sukandar vs Dewa Kipas Bikin Salah Fokus

Saat ini, ia menduduki posisi ke-30 versi BWF dengan perolehan nilai 34.463 poin. Dari 666 kali permainan, dalam catatan BWF, Yigit sudah berhasil memenangkan 461 pertandingan.