Setiap anak memiliki tumbuh kembang yang berdeda. Hal itu pun terjadi pada kemampuan berbicara anak. Beberapa anak lebih lambat dalam mengembangkan kemampuan bicara daripada yang lain. 

Ada beberapa kasus anak berusia 3 tahun masih belum bisa berbicara. Hal ini tentu membuat para orang tua khawatir dengan kondisi buah hatinya. Apakah kondisi itu normal atau justru pertanda bahaya?

Perlu diketahui bahwa pada usia 3 tahun, kosakata balita biasanya meningkat menjadi sekitar 1.000 kata dan biasanya dapat berbicara dalam kalimat 3 dan 4 kata. Jika anakmu belum bisa melakukan hal ini, itu bisa menunjukkan keterlambatan perkembangan atau mungkin mengalami keterlambatan bicara atau bahasa.

Dalam hal ini, anak mungkin hanya terlambat berkembang sehingga belum memiliki pemahaman tentang berbicara. Penundaan bicara adalah penundaan dalam ekspresi verbal, yang pada dasarnya adalah tindakan fisik mengucapkan kata dan frasa.

Bahkan jika anakmu mampu membentuk kata-kata, bisa jadi sebenarnya ia merasa kesulitan mengartikulasikannya dengan cara yang dapat dipahami yang juga merupakan aspek lain dari keterlambatan bicara. Pada usia 3 tahun, orang tua seharusnya sudah bisa memahami sekitar 75i apa yang dikatakan anakmu.

Tanda-tanda keterlambatan bicara pada usia 3 tahun, menurut Healthline ketika anak tak menggunakan minimal 200 kata, tak bisa mengucapkan nama, bahkah kata-kata yang diucapkan sulit orang tua pahami.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Anak-anak Melihat Orang Tuanya Bertengkar hingga Alami KDRT?

Ada beberapa tanda umum jika anak mengalami masalah terlambat bicara, antara lain:

  • Anak hanya bisa meniru ucapan atau tindakan, tetapi tak bisa berbicara sendiri
  • Anak hanya bisa mengucapkan sejumlah kata tertentu dan menggunakan kata-kata itu berulang kali
  • Anak tak dapat mengikuti petunjuk sederhana
  • Anak memiliki suara yang tak biasa dalam suaranya, seperti terdengar parau atau sengau
  • Anak terlalu sulit dipahami maksudnya