Ilustrasi kolesterol tinggi. (Pinterest/Edited by HerStory)
Lebaran sering kali identik dengan hidangan lezat, terutama daging. Dari rendang, opor ayam, hingga sate, semuanya menjadi sajian khas yang sulit untuk ditolak. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan makan daging berlebihan saat Lebaran bisa berisiko meningkatkan kadar kolesterol dalam darah? Kondisi ini, yang dikenal dengan nama hiperkolesterolemia, mungkin tidak langsung menimbulkan gejala yang terasa, tetapi bisa menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang, bahkan berbahaya.
"Kadar kolesterol dalam darah yang tinggi (hiperkolesterolemia) sejatinya tidak selalu menimbulkan gejala mengganggu. Namun memang, kolesterol berlebih ini bisa mengendap di pembuluh darah, menjadikan aliran darahnya tidak lancar. Nah, aliran darah yang kurang lancar di area kepala bisa saja memicu rasa nyeri," tutur dr. Nadia Nurotul Fuadah di laman Alodokter, dikutip Herstory Sabtu (29/3/2025).
Kolesterol adalah zat lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga didapatkan dari makanan. Ada dua jenis kolesterol yang perlu diperhatikan: kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol baik (HDL). Kolesterol jahat yang berlebih dapat menumpuk di dinding pembuluh darah, menghambat aliran darah, dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Ketika pembuluh darah tersumbat, salah satu gejala yang bisa muncul adalah nyeri kepala. Nyeri ini sering kali terasa mengganggu, apalagi jika disebabkan oleh kolesterol tinggi yang menghambat aliran darah di area kepala.
Namun, perlu diingat bahwa nyeri kepala tidak hanya disebabkan oleh kolesterol tinggi. Beberapa faktor lain, seperti migrain, stres, hipertensi, atau masalah kesehatan lain seperti stroke dan sinusitis, juga bisa menjadi penyebab. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala dan segera melakukan pemeriksaan medis jika nyeri kepala semakin parah.
"Bukan itu saja, nyeri kepala mengganggu pada penderita hiperkolesterolemia bisa juga muncul karena beragam faktor lain, seperti migrain, nyeri kepala tegang, hipertensi, stroke, sinusitis, tumor otak, cidera kepala, malformasi pembuluh darah kepala, gangguan psikosomatis, dan sebagainya," jelas sang dokter.
Makanan lezat yang disajikan selama Lebaran memang menggugah selera. Namun, hidangan-hidangan tersebut sering kali tinggi lemak, terutama lemak jenuh dan lemak trans. Daging kambing, sapi, ayam, serta berbagai jenis olahan daging lainnya bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Tidak hanya itu, makanan seperti gorengan, jeroan, kulit hewan, dan seafood juga memiliki kandungan kolesterol tinggi yang bisa memperburuk kondisi ini.
Jika kamu sudah memiliki kadar kolesterol yang tinggi, konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi bisa memperburuk keadaan. Kolesterol yang berlebih bisa menumpuk di pembuluh darah, sehingga menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, atau hipertensi.
Jangan khawatir, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi peningkatan kolesterol setelah Lebaran. Berikut beberapa tips yang dapat membantu menurunkan kolesterol secara alami:
Minum Obat Jika Diperlukan Jika Anda sudah merasakan nyeri kepala atau gejala lain yang mengindikasikan peningkatan kolesterol, Anda bisa minum obat penghilang nyeri seperti paracetamol. Namun, jika gejalanya tidak membaik atau semakin berat, segeralah konsultasikan dengan dokter.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.