Menu

Meski Bisa Redakan Nyeri, Tiati Moms Terhadap Penggunaan Ibu Profen, Ini Alasannya...

02 April 2025 23:16 WIB
Meski Bisa Redakan Nyeri, Tiati Moms Terhadap Penggunaan Ibu Profen, Ini Alasannya...

Suplemen. (pinterest/freepik)

HerStory, Jakarta —

Beauty, kamu pasti tahu soal Ibuprofen, itu lho salah satu obat yang sering digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri, peradangan, dan demam. Obat ini termasuk dalam golongan antiinflamasi non-steroid (AINS), yang berarti ia bekerja dengan cara mengurangi peradangan tanpa melibatkan steroid dan nyeri serta dapat menurunkan demam.

"Ibuprofen ialah obat golongan antiinflamsinon steroid, dimana obat golongan ini merupakan obat untuk mengurangi peradagan," tutur dr. Riza Marlina di laman Alodokter

Jadi, jika kamu  merasa tubuh nyeri, atau sedang demam karena peradangan, Ibuprofen bisa jadi solusi yang tepat. Tapi, tahukah Anda bagaimana Ibuprofen bekerja dan apa yang perlu diperhatikan saat mengonsumsinya?

Bagaimana Cara Kerja Ibuprofen?

Ibuprofen bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim yang disebut prostaglandin. Prostaglandin ini adalah senyawa yang diproduksi oleh tubuh saat terjadi cedera atau kerusakan jaringan. Senyawa ini berfungsi untuk memicu peradangan sebagai bagian dari proses penyembuhan tubuh, namun seringkali juga menyebabkan rasa nyeri dan demam. Dengan menghambat enzim prostaglandin, Ibuprofen membantu meredakan peradangan, mengurangi rasa nyeri, dan menurunkan demam.

"Ibuprofen berkerja dengan cara menghambat enzim prostaglandin saat jaringan mengalami kerusakan atau cedera berkat hal ini obat tersebut bisa meredakan perdagan dan gejala seperti nyeri dan demam," ujar sang dokter.

Dosis dan Cara Konsumsi yang Tepat

Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari Ibuprofen, kamu perlu mengonsumsinya dengan cara yang benar. Biasanya, Ibuprofen dikonsumsi 3 hingga 4 kali sehari, tergantung pada dosis yang disarankan oleh dokter. Namun, untuk menghindari gangguan pada lambung, sebaiknya Anda mengonsumsi obat ini setelah makan atau bersama makanan. Pasalnya, jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong, Ibuprofen bisa menyebabkan iritasi pada lambung yang akhirnya berisiko menimbulkan masalah seperti sakit maag atau gangguan pencernaan lainnya.

"Obat ini dapat dikosumsi 3-4 kali sehari dan sebaiknya dikonsumsi setelah makan atau bersama makanan karena obat ini memberikan efek samping dapat mengiritasi lambung sehingga memicu keluhan sakit maag," tambahnya lagi.

Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Seperti obat-obatan lainnya, Ibuprofen juga memiliki efek samping yang harus diwaspadai, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau secara berlebihan. Efek samping yang paling umum adalah iritasi lambung, yang bisa berkembang menjadi luka pada lambung jika obat ini digunakan tanpa pengawasan yang tepat. Selain itu, penggunaan Ibuprofen yang tidak terkontrol juga bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan atau bahkan masalah ginjal.

Kenapa Jangan Sembarangan Mengonsumsi Ibuprofen?

Walaupun Ibuprofen bisa meredakan nyeri dan peradangan dengan cukup efektif, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini secara sembarangan, apalagi dalam jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter. Menggunakan Ibuprofen tanpa pengawasan medis bisa berbahaya karena dapat menambah risiko gangguan pada lambung dan organ tubuh lainnya.

Penting untuk selalu mengonsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Ibuprofen, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain. Jika keluhan Anda tidak kunjung membaik setelah menghabiskan dosis yang diberikan, jangan ragu untuk kembali menemui dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penyesuaian pengobatan.

"Setiap obat tidak boleh dikonsumsi secara berkepanjangan dan berlebihan karena bisa meningikatkan resiko efek samping salah satunya gangguan pada lambung yang bisa menyebabkan iritasi dan luka pada lambung, sebaiknya konsumsi obat ini dari dokter saja, jika obat sudah habis keluhan anda tidak membaik juga sebaiknya temui dokter kembali agar dapat dipantau terus sehingga penyakit anda bisa ditangani hingga sembuh dan efek sampingpun bisa minimal, sebaiknya hindari memperpanjang obat tanpa anjuran dokter, selama diberikan oleh dokter, dokter akan terus memantau keadaan anda jadi anda tidak perlu khawatir," saran dr. Riza.

Baca Juga: Mixagrip Luncurkan Herbal Greges, Langsung Dicoba dengan Ajak Berlayar di Jakarta Phinisi Cruise!

Baca Juga: Gak Perlu Obat! Ini 5 Cara Mudah Redakan Sakit Kepala, Bener-bener Penolong Banget Kalau Kepepet!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan