Dipertemukan dengan Dewa Kipas alias Dadang Subur dalam pertandingan catur persahabatan yang diselenggarakan oleh Deddy Corbuzier, Irene Kharisma Sukandar bukanlah sembarang wanita. Berbeda dengan Dewa Kipas yang bisa jadi sedang hoki saat menang melawan pecatur internasional, Levy Rozman alias GothamChess, Irene Sukandar adalah seorang Grand Master Catur.

Irene Kharisma Sukandar mendapat gelar Grand Master Catur setelah memenangkan dua kali juara putri tingkat Asia dan menjadi pecatur wanita pertama dari Indonesia yang meraih gelar Grand Master dan Master Internasional.

Wanita dengan segudang prestasi ini lahir pada tanggal 7 April 1992 di Jakarta. Saat ini usianya masih tergolong muda sebagai seorang Grand Master, ia dapat gelar Women Grand Master terhitung sejak bulan Desember 2008 saat usianya masih 16 tahun. Serta mendapat gelar sebagai International Master sejak tahun 2014.

Irene Sukandar telah memenangkan empat kali berturut-turut kejuaraan catur Indonesia sejak tahun 2006 sampai 2010. Ia juga menjadi perwakilan dari Indonesia untuk maju ke pertarungan catur sekala Internasional, seperti, Olimpiade Catur 2007, Asian Games 2006, dan Asian Indoor Games 2009.

Menurut ELO Rating atau tingkatan yang mencatat keterampilan permainan catur seorang atlet, per tahun 2016, Irene Sukandar menempati angka 2432.

Wanita dengan gelar yang enggak main-main ini sudah dapat dipastikan punya puluhan prestasi di dalam maupun luar negeri di bidang olahraga yang sudah ia jalani sejak usianya masih sangat muda, yaitu 10 tahun. 

Prestasi pertamanya ialah juara 3 kelompok umur 10 Kejuaraan Catur tingkat ASEAN tahun 2002 yang diselenggarakan di Singapura.

Baca Juga: Selain Irene Sukandar, Ini Dia Atlet Catur Putri yang Harumkan Tanah Air di Kanca Internasional