Moms, di masa pandemi COVID-19 berbagai kegiatan dilakukan secara daring atau online. Salah satunya adalah kegiatan belajar anak. Dengan begitu, waktu anak melihat layar gadget pun semakin lama.

Padahal lebih banyak screen time pada anak bisa menjadi 'ancaman' bagi kesehatannya. Hal itu diungkapkan oleh ahli optometri. Di era kemajuan teknologi yang semakin meningkat, semakin banyak orang, termasuk anak-anak, menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat layar gadget.

Pada pertengahan 2020, 70 persen orang tua mengatakan bahwa anak-anak mereka menghabiskan kurang lebih empat jam melihat layar gadget sehari.

Penutupan sekolah untuk mengurangi penyebaran COVID-19 membuat anak-anak harus menghabiskan lebih banyak waktu online, karena sekolah menyelenggarakan pembelajaran online penuh waktu secara real-time. Akibatnya, anak menghabiskan sepanjang hari di melihat layar gadget. Anak-anak telah menjadi begitu sibuk dengan layar gadgetnya sehingga orang tua mengalami kesulitan untuk melepaskan mereka dari perangkat tersebut.

Saat melihat layar gadget, orang tidak berkedip sesering biasanya. Hal ini menyebabkan keburaman saat otot mata mulai lelah yang menyebabkan migrain di sepanjang hari. Sehubungan dengan hal tersebut, Globe Newswire melaporkan bahwa penjualan kacamata melonjak karena kesehatan mata yang melemah.

Baca Juga: Ajarkan 4 Cara Ini pada Anak Ya Moms, Efektif untuk Tumbuhkan Rasa Percaya Dirinya Lho!

Untuk itu, para ahli kesehatan menyarankan untuk beristirahat dari layar gadet setiap 20 menit atau lebih. Selain itu, disarankan juga untuk melatih postur duduk yang baik dan menjaga jarak yang sesuai dari layar akan mengurangi efek berbahaya dari ketegangan mata digital. Mengambil langkah sederhana namun penting seperti itu sangat penting untuk melindungi kesehatan mata anak-anak.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas