Dalam setiap hubungan, pasti ada saja kendala yang dirasakan. Tak terkecuali saat sudah menjalin biduk rumah tangga. Masalah akan terus datang untuk menguji kekuatan cinta antar pasangan.

Namun, jika pertengkaran terus terjadi tanpa penyelesaian, bisa jadi kamu terjebak dalam hubungan yang tak sehat atau disebut toxic marriage. Biasanya para 'korban' dari hubungan yang toxic ini akan susah meninggalkan pasangannya. Kenapa begitu ya?

Sangat Bergantung dengan Pasangan

Saat terjebak dalam hubungan yang toxic, kamu biasanya akan menjadi sangat bergantung dengan pasangan. Saat meninggalkan pasangan, kamu beranggapan bahwa tak ada lagi pria yang akan mencintaimu seperti pasanganmu sekarang.

Selain itu, bisa juga karena kamu tak memiliki penghasilan sendiri sehingga sumber penghasilan satu-satunya adalah dari pasangan. Hal ini sering kali jadi penyebab wanita bertahan dengan pria yang toxic.

Sudah 'Hilang' Diri

Kehilangan diri sendiri adalah faktor lain yang dapat menyebabkan ketergantungan pada pasangan. Saat terlibat dalam hubungan yang toxic, sangatlah umum untuk merendahkan harga dirimu. Sementara itu, pasanganmu mungkin menjadi lebih superior daripada yang seharusnya. Inilah yang seringkali menghasilkan ketergantungan yang lebih besar pada 'korban' hubungan yang toxic.

Tak Memiliki Teman dan Keluarga

Saat menjalin hubungan yang toxic, biasanya wanita rela meninggalkan segalanya demi pasangan. Hal ini pun membuatnya tak memiliki teman serta keluarga.

Baca Juga: 7 Hal yang Harus Dihindari Saat Berdebat dengan Pasangan, Pasutri Wajib Tahu!

Keluarga dan teman sering kali dikorbankan karena mendapatkan 'pengganti' yakni pasangan. Untuk itu, saat hubungan sudah tak lagi bisa dilanjutkan banyak wanita yang memilih bertahan karena tak lagi memiliki tempat pelarian.