Menu

Bukan Sekadar Fashion! JF3 2025 Tawarkan Revolusi Warisan Budaya dan Kolaborasi Global

18 Juli 2025 19:56 WIB
Bukan Sekadar Fashion! JF3 2025 Tawarkan Revolusi Warisan Budaya dan Kolaborasi Global

Sumber konten: istimewa

HerStory, Jakarta —

Memasuki dekade ketiganya, JF3 Fashion Festival kembali hadir dengan semangat baru melalui tema “Recrafted: A New Vision”, sebuah gerakan yang mengajak pelaku industri mode untuk mendefinisikan ulang warisan budaya sebagai kekuatan masa depan lho, Beauyt!

Festival tahunan ini akan digelar di Summarecon Mall Kelapa Gading pada 24–27 Juli, dan di Summarecon Mall Serpong pada 30 Juli–2 Agustus 2025, menampilkan 45 desainer dan brand lokal terkemuka.

Adapun festival ini menandai transformasi JF3 menjadi platform kolaboratif yang mendorong keberlanjutan, regenerasi, dan ekspansi global.

“Kami percaya bahwa fashion bukan sekadar benda. Fashion mengandung arti yang sangat luas, mencakup bahasa, warisan, seni, norma, etika, dan ilmu. Esensinya terletak pada keterampilan tangan. Namun agar tradisi bisa terpelihara, ia harus terus berkembang,” ujar Thresia Mareta, penasihat JF3 dan pendiri LAKON Indonesia.

“Sering kali kita terjebak dalam kenyamanan, dan hal ini membuat kita berjalan di tempat. JF3 hadir sebagai ruang kolaboratif yang mengedepankan inovasi dan perubahan, sebuah platform di mana semua pihak bisa bertumbuh bersama dan saling memperkuat. Recrafted: A New Vision bukan hanya sekadar tema. Ini adalah sebuah gerakan. Ini adalah waktunya untuk kita bergerak lebih jauh dengan derap langkah yang baru,” tuturnya.

Gelaran JF3 tahun ini menonjolkan perluasan kemitraan internasional, termasuk kolaborasi desainer Prancis Victor Clavelly dan Héloïse Bouchot dengan LAKON Indonesia, serta kehadiran karya dari Solène Lescouët, Ornella Jude Ferrari, dan Louise Marcaud.

Dari kawasan Asia, turut serta desainer Korea Selatan Chung Hoon Choi, Lee Joon Bok, dan Baek Ju Hee, serta kolaborasi berkelanjutan dengan ASEAN Fashion Designers Showcase (AFDS), lho!

Sisi retail festival diperkuat dengan hadirnya Niwasana by Fashion Village di Kelapa Gading (24 Juli–3 Agustus), serta Code Street by DRP Jakarta di Serpong (30 Juli–10 Agustus). 

Selain itu, JF3 juga memperkenalkan Future Fashion Award, program pendampingan bisnis dan finansial untuk dua brand muda, serta melanjutkan program inkubasi PINTU Incubator bersama Kedutaan Besar Prancis dan IFI.

Komitmen terhadap regenerasi juga diwujudkan melalui ajang JF3 Model Search dan forum diskusi JF3 Talk. Ketua JF3 Soegianto Nagaria menegaskan pentingnya dukungan terstruktur bagi industri kreatif.

“Memasuki dekade ketiga ini, JF3 fokus pada regenerasi. Kami percaya masa depan industri fashion Indonesia ada di tangan anak-anak muda yang berani bermimpi, bereksperimen, dan melampaui batas. JF3 hadir untuk menyokong langkah mereka, membukakan pintu, dan mendukung mereka menjadi bagian dari ekosistem industri global,” pungkasnya.

FYI nih Beauty, JF3 diselenggarakan oleh Summarecon bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Gelaran JF3 2025 ini tidak hanya menjadi panggung kreatif, tetapi juga ruang strategis untuk mengangkat industri fashion Indonesia ke level internasional.

Baca Juga: Eyewear Tak Lagi Sekadar Alat Bantu Penglihatan, Kacamata Kini Mulai Jadi Fashion Essentials!

Baca Juga: Saat Pemilik dan Hewan Peliharaan Tampil Bersama di Runway, Gemas Banget!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan