Menu

Banyak yang Masih Tak Nyaman, Menyusui di Tempat Umum Dianggap Tabu?

08 Agustus 2025 21:48 WIB
Banyak yang Masih Tak Nyaman, Menyusui di Tempat Umum Dianggap Tabu?

Sumber konten: istimewa

HerStory, Jakarta —

Meski menyusui adalah aktivitas alami dan hak dasar setiap ibu, nyatanya praktik ini masih kerap mendapat pandangan miring, terutama saat dilakukan di ruang publik lho Moms!

Hal ini terungkap dalam laporan terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) dalam rangka Pekan Menyusui Sedunia 2025.

Dalam laporan bertajuk “Persepsi dan Dukungan pada Ibu Menyusui di Tempat Umum” ini tercatat hasil eksperimen sosial berbasis visual yang digelar secara daring pada 4–5 Agustus 2025. Dalam studi tersebut, sebanyak 731 responden diminta memberikan respons terhadap berbagai skenario ibu menyusui di ruang publik.

Siapa sangka, hasilnya ternyata cukup mencengangkan. Sejumlah responden mengaku merasa tidak nyaman dan gelisah saat melihat ibu menyusui di tempat umum. Bahkan, setengah dari mereka menyatakan sangat tidak setuju jika menyusui dilakukan tanpa penutup lho!

Sementara itu, hampir 1 dari 3 responden hanya setuju jika ibu menyusui di ruang khusus.

Dengan adanya kondisi ini menunjukkan bahwa banyak orang masih melihat menyusui sebagai sesuatu yang perlu disembunyikan—bukan sebagai hal yang wajar. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, peneliti utama sekaligus pendiri HCC, menyebut hal ini sebagai bentuk nyata dari minimnya dukungan sosial terhadap ibu dan anak.

“Ini bukan cuma soal kenyamanan visual. Ini soal hak dasar perempuan. Saat ibu menyusui masih dipaksa ‘bersembunyi’, kita belum bisa bilang kita mendukung kesehatan ibu dan anak,” tegasnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, penolakan paling tinggi datang dari tempat-tempat publik yang justru sering diakses masyarakat.

Tercatat sebanyak 34,6% menolak menyusui di taman, 33,8% di transportasi umum, 32,8% di kafe, dan 30,6% di tempat makan. Artinya, ruang terbuka masih dianggap “bukan tempatnya” bagi ibu menyusui.

Namun, ada sisi positif dalam studi ini. Ketika ibu menyusui didampingi oleh pasangan, persepsi publik berubah. Momen itu justru dinilai sebagai sesuatu yang hangat, penuh cinta, dan membahagiakan. Ini memperkuat temuan HCC sebelumnya bahwa dukungan pasangan dan inner circle sangat berperan dalam keberhasilan menyusui.

Ray pun menegaskan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat. “Kita butuh lebih dari sekadar ruang laktasi. Kita butuh perubahan budaya, dan itu harus dimulai sekarang,” ujarnya.

Melalui laporan ini, HCC menyerukan perlunya kebijakan ruang publik yang ramah ibu menyusui, serta kampanye nasional untuk menghapus stigma visual. Kolaborasi lintas sektor juga dinilai penting demi menciptakan lingkungan sosial yang benar-benar inklusif untuk ibu dan anak.

Baca Juga: Moms! Ibu Bekerja Tetap Nyaman Menyusui Lho, Ini Caranya!

Baca Juga: Menyusui Bukan Cuma Urusan Fisik, Kini Busui Mulai Utamakan Ketenangan!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan