Sumber konten: istimewa
Industri pangan kembali jadi sorotan di bulan Agustus ini. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., bersama jajaran, melakukan kunjungan resmi ke Pabrik Nestlé Karawang, Jawa Barat. Agenda ini tidak hanya menyoal regulasi, tapi juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi untuk melahirkan produk pangan yang aman, bergizi, dan dipercaya masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, BPOM menerima paparan langsung mengenai operasional dan sistem manajemen mutu di salah satu fasilitas produksi terbesar Nestlé Indonesia. Pabrik ini memproduksi susu bubuk, susu cair UHT, hingga makanan pendamping ASI, yang selain memenuhi kebutuhan dalam negeri juga diekspor ke berbagai negara.
“Kita telah mengetahui bahwa Nestlé merupakan perusahaan multinasional dengan sistem manufaktur yang sangat baik. Kunjungan kami ke pabrik kali ini merupakan bagian dari fungsi otorisasi BPOM. Kami ingin melihat secara langsung bagaimana Nestlé menjalankan proses produksinya, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta memenuhi standar yang ditetapkan. Kami berharap Nestlé dapat semakin meningkatkan peran dan kontribusinya sebagai Orang Tua Angkat (OTA) dalam meningkatkan daya saing UMKM Pangan Olahan seiring dengan arah kebijakan Pemerintah,” ujar dr. Taruna Ikrar dikutip dari keterangan resmi, Rabu (20/8/2025).
Selain tur ke area produksi, rombongan BPOM juga berdialog dengan manajemen Nestlé Indonesia. Tiga hal menjadi perhatian utama, mulai dari penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik, kepatuhan regulasi, dan program manajemen risiko. BPOM menekankan pentingnya praktik industri yang bertanggung jawab untuk menjaga standar keamanan pangan.
Dari sisi perusahaan, Nestlé menegaskan komitmennya terhadap kualitas dan transparansi. “Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan dan dukungan yang diberikan oleh BPOM. Sebagai pelaku industri, kami percaya bahwa kerja sama yang terbuka dan konstruktif dengan regulator adalah fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk kami. Kami berkomitmen untuk terus menghasilkan makanan dan minuman yang tidak hanya lezat dan bergizi, tetapi juga aman dan sesuai dengan standar nasional maupun internasional,” ungkap Sufintri Rahayu, Direktur Corporate Affairs & Sustainability Nestlé Indonesia.
Kunjungan ini merefleksikan dinamika gaya hidup masyarakat modern yang semakin sadar gizi sekaligus kritis terhadap standar keamanan pangan. Dengan semangat “Good Food, Good Life”, Nestlé berupaya memperkuat kontribusi lewat inovasi, keberlanjutan, serta ekosistem pangan sehat yang terus relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.