Menu

Beauty, Tertarik Investasi Kripto? Simak Yuk Dua Fitur yang Bakal Memudahkan Kamu

23 Agustus 2025 23:23 WIB
Beauty, Tertarik Investasi Kripto? Simak Yuk Dua Fitur yang Bakal Memudahkan Kamu

Ilustrasi wanita investasi kripto. (Pixabay/Edited By HerStory)

HerStory, Jakarta —

PT Pintu Kemana Saja (PINTU), aplikasi crypto all-in-one pertama di Indonesia, meluncurkan dua fitur terbaru untuk perdagangan derivatif melalui Pintu Futures, mulai dari Price Protection dan Stop Order. Inovasi ini dihadirkan untuk memberikan perlindungan dan kemudahan lebih bagi trader di pasar crypto yang dikenal bergerak cepat dan penuh risiko.

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menjelaskan bahwa fitur Price Protection memungkinkan pengguna mengatur batas maksimum slippage, mulai dari 0,2%, 1%, hingga 2,5%, saat mengeksekusi market order.

“Tujuannya untuk melindungi trader dari eksekusi order di luar batas harga wajar, terutama ketika market ‘loncat’ akibat perbedaan likuiditas di order book atau pergerakan harga mendadak,” ujarnya. “Dengan adanya fitur ini, trader bisa terhindar dari kerugian akibat ‘price spike’ atau ‘price crash’ sesaat, sekaligus merasa lebih aman saat trading di kondisi pasar yang volatile,” tutur Iskandar.

Fitur Stop Order juga dihadirkan untuk membantu trader memanfaatkan momentum pasar tanpa harus memantau pergerakan harga setiap saat.

“Stop Order membantu pengguna masuk posisi otomatis saat harga menyentuh level yang telah ditentukan, sehingga tidak perlu memantau chart 24/7,” kata Iskandar.

Ia menjelaskan bahwa fitur ini mencakup dua opsi: Stop Market, di mana order langsung dieksekusi di harga pasar setelah trigger price tercapai, dan Stop Limit, di mana order baru dieksekusi di harga limit atau lebih baik setelah trigger price terpenuhi.

Peluncuran kedua fitur ini dilakukan di tengah tren positif perdagangan derivatif crypto di Indonesia. Data Bursa Kripto CFX mencatat total transaksi derivatif pada semester I 2025 mencapai $2,06 miliar atau Rp33,54 triliun. Sejalan dengan tren tersebut, Pintu Futures melaporkan pertumbuhan signifikan dengan jumlah trader baru yang melonjak 340% secara kuartalan.

Secara global, pasar derivatif crypto juga menunjukkan performa tinggi. Data Coingecko per 20 Agustus 2025 mencatat volume perdagangan derivatif mencapai $730 miliar atau sekitar Rp11,9 kuadriliun.

“Potensi ruang untuk tumbuh bagi industri crypto di Indonesia masih sangat besar, baik dari jumlah investor, developer, hingga total nilai transaksi kami yakin akan terus meningkat positif seiring dengan regulasi yang semakin ramah dan mulai masuknya investor institusi ke industri crypto di Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lainnya. Peran kami sebagai pelaku pasar akan terus mendukung kemajuan industri crypto dalam negeri dengan menghadirkan inovasi terbaik yang dibutuhkan oleh pasar crypto Indonesia,” tutup Iskandar.

Baca Juga: Tertarik dengan Kripto? Intip Yuk Kinerja dan Pertumbuhannya di Indonesia

Baca Juga: Mengenal Fitur PINTU VIP untuk Beauty yang jadi Investor Kripto, Jangan Salah Kaprah ya!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan