Ilustrasi wanita yang mengalami obesitas. (HerStory/Wafi)
Lonjakan kasus obesitas yang dipicu gaya hidup serba cepat kini makin jadi perhatian. Novo Nordisk sebagai perusahaan perawatan kesehatan global ikut menyoroti penyakit yang kerap dianggap sepele ini.
Menurut Clinical, Medical, and Regulatory Director, Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman, obesitas adalah masalah medis kompleks yang berkaitan dengan kesehatan metabolik tubuh. Bahkan, memiliki dampak yang bukan hanya sebatas pada timbangan lho tapi juga bisa mempercepat tanda-tanda penuaan pada tubuh dan kulit.
“Obesitas bukan sekadar masalah penampilan ataupun gaya hidup—ini adalah kondisi medis kompleks yang memengaruhi kesehatan metabolik dan dapat mempercepat tanda penuaan pada tubuh dan kulit,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Sejalan dengan hal itu, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wellness, Estetik & Regeneratif Indonesia (PERDAWERI), dr. Maya Surjadjaja, juga mengingatkan bahwa tren konsumsi makanan cepat saji dan jajanan viral tidak hanya meningkatkan risiko obesitas, tapi juga menurunkan kualitas kesehatan kulit.
“Makanan yang menjadi tren dan digemari anak muda biasanya tinggi gula dan gorengan dengan tepung mengandung advanced glycation end products (AGEs) yang merusak kolagen. Kalau kolagen rusak, kulit jadi kering, kusam, dan keriput lebih cepat,” kata Maya.
Menurut Maya, kesehatan usus turut berperan penting dalam menjaga tubuh secara keseluruhan, termasuk otak dan kulit.
Ia menyebut konsep gut, brain, skin axis sebagai jaringan komunikasi kompleks dua arah antara usus, otak, dan kulit.
“Kalau usus sehat, kulit lebih terjaga dan pikiran pun lebih seimbang,” ujarnya.
Di momen yang sama, Maya juga menekankan bahwa tidak semua lemak harus dihindari. Lemak sehat justru dibutuhkan untuk menjaga elastisitas kulit dan keseimbangan hormon.
“Kalau terlalu takut makan lemak, kulit bisa tampak lebih tua. Jadi, yang penting adalah memilih lemak sehat, bukan menghindarinya sama sekali,” jelasnya.
Untuk mencegah dampak negatif fast food maupun tren kuliner viral, Maya menyarankan pola hidup berkesinambungan.
Bahkan, Beauty dianjurkan mengatur pola makan bergizi seimbang, cukup tidur, mengelola stres, hingga rutin berolahraga. Ia menegaskan, tindakan estetik hanya bersifat pelengkap, sementara kunci utama ada pada pola hidup sehat.
“Obat atau tindakan estetik hanya pelengkap. Dasarnya tetap pola hidup sehat,” tegas Maya.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.