ilustrasi wanita sedang membaca website novel di laptop (freepik.com/freepik)
Dalam momentum Hari Pelanggan Nasional 2025, HERA, perusahaan teknologi asal Indonesia, memperkenalkan inovasi Agentic AI yang diklaim mampu merevolusi pengalaman pelanggan lintas industri.
Melalui demo interaktif yang digelar tahun ini, HERA menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan tersebut bisa menghadirkan layanan yang lebih cepat, personal, dan manusiawi di 12 sektor, mulai dari keuangan hingga ritel.
CEO HERA, Joel Anugraha Djuwadi, menilai chatbot konvensional justru sering menjadi penghalang komunikasi karena memberikan jawaban kaku dan terbatas.
“Tidak ada lagi respons generik. HERA menyesuaikan setiap interaksi berdasarkan profil dan kebutuhan unik pelanggan,” ujarnya.
Berbeda dari pendekatan lama, Agentic AI HERA dirancang untuk memahami konteks, emosi, serta tujuan pelanggan.

Teknologi ini tidak hanya merespons pertanyaan, tetapi juga dapat mengeksekusi tindakan otomatis seperti memproses keluhan atau memeriksa status pesanan, tanpa harus berpindah kanal layanan. Menurut Joel, sistem ini memastikan pengalaman yang konsisten baik di aplikasi, situs web, maupun media sosial.
Diketahui bahwa, demo interaktif tersebut sekaligus menegaskan filosofi HERA yang berpusat pada empati.
“Kami ingin teknologi kami tidak hanya pintar, tetapi juga berempati. Dengan memahami emosi, niat, dan tujuan pelanggan, HERA membantu merek untuk mendengar lebih baik dan memberikan respons yang tepat,” jelas Joel.
Selain itu, teknologi ini menawarkan solusi end-to-end sehingga pelanggan tidak lagi menghadapi proses berbelit.
Interaksi yang terasa alami diharapkan dapat membangun kepercayaan sekaligus loyalitas. Bagi HERA, pelanggan bukan hanya konsumen, melainkan mitra dalam setiap pertumbuhan inovasi.
Ke depan, HERA menyiapkan tiga fokus pengembangan. Pertama, meningkatkan kemampuan AI untuk memahami konteks yang lebih kompleks. Kedua, meluncurkan HERA for Voice yang memungkinkan interaksi lebih natural layaknya percakapan manusia. Ketiga, memastikan integrasi mulus di semua kanal agar pelanggan tidak perlu mengulang data di tiap layanan.
Dengan langkah ini, HERA menegaskan bahwa pelayanan pelanggan di era digital bukan lagi sekadar transaksi, melainkan kesempatan membangun hubungan yang tulus dan berkelanjutan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.