Menu

Dari Talkshow hingga Musik, PERURI Bestari Festival 2025 Hadir dengan Penuh Warna Jadi Ruang Ekspresi Baru

25 September 2025 09:15 WIB
Dari Talkshow hingga Musik, PERURI Bestari Festival 2025 Hadir dengan Penuh Warna Jadi Ruang Ekspresi Baru

PERURI Bestari Festival 2025 (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, Jakarta Selatan kerap jadi tuan rumah perhelatan unik yang menggabungkan refleksi, hiburan, dan pembelajaran. Kali ini, PERURI Bestari Festival 2025: Kembali ke Akar resmi digelar di Taman Kota PERURI pada Sabtu (20/9).

Festival ini hadir untuk mengajak publik berhenti sejenak dari hiruk pikuk, lalu kembali mengenal akar nilai diri, sekaligus mendorong geliat ekonomi kreatif lewat pengalaman imersif.

Tahun ini, Festival yang digagas PERURI bersama Bestari Festival ini mengusung tema besar “Kembali ke Akar” dengan tiga pilar utama: Jaga, Serap, dan Tumbuh. Adapun filosofi ini diwujudkan dalam tiga zona interaktif yang mengajak pengunjung merasakan langsung pengalaman berbeda, mulai dari ruang refleksi hingga hiburan musik.

Firza Daud, Co-founder Bestari Festival, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar festival, melainkan ruang aman untuk membicarakan isu besar dengan cara menyenangkan.

“Di tengah derasnya distraksi hidup modern, kami ingin menghadirkan cara yang ringan, menyenangkan, namun tetap bermakna untuk membicarakan isu-isu besar seperti keberlanjutan, kesehatan mental, dan makna hidup,” ujarnya.

FYI nih Beauty, zona Jaga mengajak pengunjung meresapi nilai diri, sementara Zona Serap menghadirkan lebih dari 10 talkshow lintas bidang, termasuk sesi fireside chat bersama Retno LP Marsudi, Menteri Luar Negeri RI (2014–2024), serta Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya. Di Zona Tumbuh, pengunjung dibekali semangat baru lewat pengalaman hiburan seperti penampilan Kunto Aji, Bilal Indrajaya, hingga sesi sound healing dari Ruang Tenang Sanustra.

Selain itu, Dwina juga menekankan dukungan PERURI sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan.

“Bagi PERURI, keberlanjutan adalah bagian dari DNA perusahaan. Kolaborasi lintas sektor seperti ini penting agar kita tidak hanya bicara tentang perubahan, tetapi benar-benar menciptakan dampak yang dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Tambah lagi, Retno Marsudi menyebut filosofi festival ini relevan dengan nilai dasar bangsa.

“Filosofi ‘Kembali ke Akar’ mengingatkan kita untuk menjaga diri, menyerap kebijaksanaan, dan tumbuh dengan arah yang benar,” katanya.

Dengan memadukan diskusi reflektif, seni, dan musik di ruang terbuka, PERURI Bestari Festival 2025 bukan hanya ruang hiburan, tapi juga contoh nyata bagaimana festival bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus ruang pertemuan lintas generasi.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan