Menu

Menstruasi Tak Lagi Tabu, Pelajar Bekasi-Depok Dapat Edukasi Soal Kebersihan Lho Beauty!

25 September 2025 10:20 WIB
Menstruasi Tak Lagi Tabu, Pelajar Bekasi-Depok Dapat Edukasi Soal Kebersihan Lho Beauty!

Unicharm adakan edukasi menstruasi (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, masih banyak remaja di Indonesia yang menganggap menstruasi sebagai topik tabu. Untuk mematahkan stigma itu, ratusan pelajar di Bekasi dan Depok mengikuti program edukasi kesehatan reproduksi dan manajemen kebersihan menstruasi (MKM) bertema “Teman Sehat, Teman Hebat – Menstruasi Bukan Hal Tabu, Ayo Kita Tahu!”.

Program ini digelar sejak akhir Juli 2025 hingga Oktober 2025 dengan melibatkan lebih dari 300 siswa dari SDN IV Jatibening Bekasi, SDIT Bina Insan Kamil Depok, SMP Al Falah Bekasi, dan SMPN 4 Depok.

Menurut data BPS 2025, remaja berusia 10–19 tahun mencapai lebih dari 44 juta jiwa atau 15% populasi Indonesia. Angka itu menunjukkan pentingnya edukasi agar generasi muda tumbuh sehat secara fisik, mental, dan sosial. 

Sayangnya, data BKKBN 2018 mengungkap pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih rendah, hanya 57%. Kondisi ini sering berdampak pada terganggunya aktivitas pelajar perempuan saat menstruasi.

Program ini hadir untuk menjawab persoalan tersebut. Di tingkat SD, edukasi diberikan oleh guru yang terpilih sebagai pendidik. Sementara di SMP, pendekatan Meaningful Youth Participation (MYP) dipakai dengan melibatkan pelajar sebagai pendidik sebaya agar bisa berbagi informasi sekaligus memberi contoh perilaku hidup sehat.

Materi yang diberikan mencakup pubertas, sistem reproduksi, kesehatan dan kebersihan menstruasi, hingga dukungan yang dibutuhkan anak perempuan saat menstruasi.

Praktisi kesehatan remaja, Yayu Mukaromah, MKM menegaskan pentingnya program ini. “Pendidikan seperti ini merupakan inisiatif penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup remaja, baik dari segi kesehatan fisik, mental, maupun sosial,” ujarnya. 

Ia menambahkan, edukasi juga mencakup cara memilih pembalut sesuai kebutuhan, misalnya ukuran lebih panjang saat darah banyak atau pembalut dengan bahan tertentu untuk menjaga kenyamanan.

Di sisi lain, Presiden Direktur Unicharm, Takumi Terakawa, menilai kolaborasi lintas pihak sangat diperlukan. 

“Dengan memberikan edukasi kepada siswa dan siswi secara bersamaan, kami berharap dapat membantu mengikis stigma dan nuansa tabu yang masih melekat pada topik reproduksi dan menstruasi,” katanya. 

Ia juga menyebut kegiatan ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesetaraan gender.

Baca Juga: Unicharm Edukasi Perawat Panti Sosial di Jakarta

Baca Juga: Bukan Cuma Menstruasi, Saatnya Gen Z Melek SADARI!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan