Menu

36 Ribu Kasus Baru per Tahun, Indonesia Perkuat Layanan Kanker Serviks

26 September 2025 17:57 WIB
36 Ribu Kasus Baru per Tahun, Indonesia Perkuat Layanan Kanker Serviks

Program ACTIVE 2.0 (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Kementerian Kesehatan RI bersama Kementerian Kerja Sama Ekonomi Federal Jerman (BMZ), Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, serta sejumlah rumah sakit rujukan meluncurkan Program ACTIVE 2.0 untuk memperkuat penanganan kanker serviks di Indonesia.

Diketahui bahwa program ini diluncurkan dalam rangka meningkatkan prosedur radioterapi, hasil perawatan pasien, dan kapasitas layanan kanker nasional, lho Beauty!

Hingga kini, kanker serviks masih menjadi ancaman besar bagi kesehatan perempuan Indonesia. Berdasarkan data, ada sekitar 36.000 kasus baru setiap tahun dengan prevalensi 23 kasus per 100.000 perempuan.

Melalui kerja sama ini, rumah sakit di Indonesia akan mendapatkan akses teknologi radioterapi mutakhir, bimbingan pakar internasional, hingga pelatihan khusus guna meningkatkan kualitas perawatan pasien.

Kini, empat rumah sakit rujukan nasional telah ditunjuk sebagai Center of Excellence (CoE), yaitu RS Kanker Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo, RS Sardjito, dan RSUP Dr. Mohammad Hoesin. Keempatnya akan berperan sebagai pusat pelatihan, pengembangan infrastruktur, serta dukungan pemulihan pasien. Nantinya, rumah sakit CoE ini juga akan membina fasilitas kesehatan di wilayah sekitarnya agar layanan kanker lebih merata.

Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI, Dr. Obrin Parulian, M.Kes, menyampaikan, “Kementerian Kesehatan menyambut baik kerja sama ini yang merupakan komitmen kami untuk memperkuat layanan kanker di dalam negeri. Kolaborasi ini sejalan dengan Transformasi Kesehatan khususnya untuk pelayanan onkologi sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga medis di berbagai rumah sakit nasional.”

Sementara itu, Head of Cooperation with the Private Sector BMZ, Benjamin Knödler, menekankan pentingnya kerja sama lintas negara. 

“Kami bangga dapat berkontribusi dalam kemitraan jangka panjang dan kegiatan knowledge sharing ini untuk memperkuat layanan kesehatan di Indonesia. ACTIVE 2.0 menjadi contoh kolaborasi dalam membangun layanan kanker yang tangguh dan berkualitas dapat dilakukan di seluruh kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Project Director ACTIVE 2.0, Paul Lee, menambahkan program ini tidak hanya menyediakan teknologi, tetapi juga melatih tenaga profesional lokal agar dapat mempraktikkan standar internasional. 

“ACTIVE 2.0 bertujuan membantu rumah sakit agar dapat menyediakan layanan kanker yang berkualitas melalui kegiatan pelatihan, pembangunan infrastruktur, dan perencanaan jangka panjang,” katanya.

Sejumlah pakar medis internasional, termasuk ahli onkologi radiasi dari Jepang dan Eropa, akan ikut mendampingi pelatihan. 

Dengan begitu, Beauty, langkah preventif seperti deteksi dini dan akses pada layanan modern diharapkan semakin mendukung gaya hidup sehat perempuan Indonesia agar lebih terlindungi dari risiko kanker serviks.

Baca Juga: Vaksin HPV Jadi Pilihan Perempuan Modern Cegah Kanker Serviks Lho Beauty!

Baca Juga: Moms, Ternyata Penting Family Planning Demi Cegah Kanker Serviks dan Anak Lahir Prematur

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan