Menu

Kisah Audy Item Hadapi Obesitas, Ajak Lawan Stigma, Intip Yuk!

29 September 2025 23:55 WIB
Kisah Audy Item Hadapi Obesitas, Ajak Lawan Stigma, Intip Yuk!

Audy Item. (instagram/audyitem)

HerStory, Jakarta —

Beauty, penyanyi Audy Item berbagi pengalaman pribadinya menghadapi obesitas dalam kampanye nasional “Harapan yang Meringankan” yang diluncurkan Novo Nordisk Indonesia, lho!

Adapun kampanye ini bertujuan mematahkan mitos seputar obesitas dan memberi ruang bagi pasien untuk bersuara.

“Hidup dengan obesitas tidak mudah. Orang sering berpikir itu sekadar mengurangi makan atau berolahraga lebih banyak, tapi kenyataannya jauh lebih kompleks. Melalui kampanye ini, saya ingin orang lain tahu bahwa mereka tidak sendirian dan bahwa mencari bantuan adalah hal yang wajar,” ujar Audy, Senin (29/9/2025).

Kampanye ini menekankan bahwa obesitas bukan akibat kemalasan atau kurangnya disiplin, melainkan penyakit kronis multifaktorial yang dipengaruhi faktor genetik, biologis, lingkungan, dan sosial. 

Pendekatan yang hanya mengandalkan tekad sering kali tidak cukup, sehingga diperlukan dukungan medis dan solusi komprehensif.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, tercatat 23,4% orang dewasa di Tanah Air hidup dengan obesitas. Studi sebelumnya juga mengungkapkan, beban ekonominya menembus Rp78 triliun per tahun. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi keluarga, komunitas, hingga sistem kesehatan.

Melihat urgensi tersebut, pemerintah memperkenalkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Obesitas. 

Dokumen ini menstandarkan pengelolaan obesitas di fasilitas kesehatan dengan pilar utama: diet, aktivitas fisik, terapi farmakologis, dan bedah bariatrik.

Kampanye “Harapan yang Meringankan” turut menyuarakan kisah pasien lain yang merasa frustrasi setelah gagal dengan berbagai metode diet. 

Studi ACTION juga menemukan banyak penderita obesitas merasa masalah berat badan adalah tanggung jawab pribadi, sementara sebagian tenaga medis ragu membicarakannya karena stigma.

Perkembangan medis membuka opsi baru melalui terapi berbasis GLP-1, yang dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup. Studi global mencatat, 1 dari 3 pasien berhasil menurunkan lebih dari 20rat badan, sementara pasien obesitas dengan riwayat penyakit kardiovaskular mengalami penurunan risiko hingga 20%.

“Obesitas adalah penyakit, bukan kegagalan. Kami mematahkan stigma, meningkatkan kesadaran, dan memberikan dukungan,” tegas Sreerekha, perwakilan Novo Nordisk Indonesia.

Baca Juga: Dokter Tegaskan Obesitas Adalah Penyakit Kronis, Bedah Bariatrik Bisa Jadi Solusi

Baca Juga: Gen Z Mulai Ramaikan Tren Gaya Hidup Anti-Obesitas, Intip Yuk!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan